<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223</id><updated>2011-04-21T21:31:47.547-07:00</updated><title type='text'>agriculture</title><subtitle type='html'>Pertanianku sayang pertanianku malang.
Mari kita majukan pertanian Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-117090883004322956</id><published>2007-02-07T20:15:00.000-08:00</published><updated>2007-02-07T20:27:14.216-08:00</updated><title type='text'>Korupsi Impor Beras Masih Disidik</title><content type='html'>Korupsi Impor Beras Masih Disidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Wartawan Kompas Dewi Indriastuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS - Tim penyidik bagian Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung masih terus menangani perkara korupsi dalam impor beras 60.000 ton dari Vietnam oleh PT Hexatama Finindo yang bekerja sama dengan Induk Koperasi Unit Desa. Dalam perkara itu, korupsi terjadi karena pemasukan, penimbunan, dan pengeluaran beras tersebut dari kawasan pabean tidak sesuai prosedur. Selain itu, bea masuk dan pajak lainnya tidak disetorkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disampaikan dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kejaksaan Agung, tanggal 29 Januari 2007, perkara tersebut terdiri dari dua berkas, masing-masing atas nama tersangka Sofjan Permana (mantan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) serta Gordianus Setio Lelono (Direktur Utama PT Hexatama Finindo) dalam pemberkasan untuk ditingkatkan ke penuntutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis (1/2), salah seorang tersangka, yakni Gordianus Setio Lelono, datang ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Namun, Gordianus yang disapa wartawan, menolak memberi keterangan mengenai proses perkaranya. "Nanti saja, ya. Ada saatnya akan saya jelaskan semua," elak Gordianus yang mengenakan setelan celana panjang dan kemeja warna terang dan jaket warna hitam. Gordianus tiba sekitar pukul 10.00. Setengah jam kemudian, ia meninggalkan Gedung Bundar Kejagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah beberapa waktu ditetapkan sebagai tersangka, namun Sofjan Permana dan Gordianus Setio Lelono tak pernah ditahan. Perlakuan berbeda dialami lima tersangka dalam perkara yang sama -- yang ditangani lebih dulu -- yang langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-117090883004322956?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/117090883004322956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=117090883004322956' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/117090883004322956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/117090883004322956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2007/02/korupsi-impor-beras-masih-disidik.html' title='Korupsi Impor Beras Masih Disidik'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-117090798626249297</id><published>2007-02-07T20:12:00.000-08:00</published><updated>2007-02-07T20:13:06.440-08:00</updated><title type='text'>Askindo butuh 900 penyuluh bagi petani</title><content type='html'>Kamis, 08/02/2007 10:21 WIB&lt;br /&gt;Askindo butuh 900 penyuluh bagi petani&lt;br /&gt;oleh : Hendri Tri Widiasworo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA: Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) meminta pemerintah menyediakan sekitar 900 petugas penyuluh petani kakao agar bisa meningkatkan produksi sampai tiga kali lipat dalam waktu lima tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diperlukan satu petugas dalam 1.000 hektare, jadi dengan luasan lahan sekitar 900.000 hektare diperlukan 900 petugas untuk meningkatkan produksi," kata Ketua Askindo Halim A. Razak saat dihubungi Bisnis, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi kakao Indonesia pada 2006 sebanyak 500.000 ton, sedangkan pada tahun ini ditargetkan akan meningkat sekitar 600.000 biji kakao yang dihasilkan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang dihadapi petani kakao saat ini, ungkapnya, maraknya penyakit biji kakao (PBK) yang mengakibatkan menurunnya kualitas dan bobot kakao mencapai 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Petani terkadang tidak bisa menentukan cara pemupukan, kemudian penentuan kualitas pohon yang masih produktif dan mengetahui hama yang menyerang serta bagaimana mengatasinya," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uluran tangan dari pemerintah, lanjutnya, sangat diperlukan untuk revitalisasi pertanian. "Revitalisasi dengan perluasan lahan dan penanaman bibit berkualitas memang perlu, tapi sebenarnya yang lebih utama dengan pengadaan penyuluh," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan produksi tersebut benar-benar terbukti dengan percontohan lahan Coco Philips model milik Askindo di Sulawesi Selatan, seluas 2.500 hektare. Dengan adanya tiga penyuluh, pihaknya mampu menaikan produksi menjadi 1,8 ton/hektar dari sebelumnya 400 ribu kg/hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai insentif yang diberikan, menurut dia, sebenarnya tidak terlalu mahal. Pemerintah cukup menyediakan anggaran sekitar Rp2 juta untuk masing-masing penyuluh dalam setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti halnya yang program Askindo yang saat ini menyediakan menyediakan 30 penyuluh di Sulawesi Selatan," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan pernyataan Halim, Ketua Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI) M. Hasyim menyetujui adanya penyuluh bisa meningkatkan produksi dengan mengkontrol pola perawatan dan penanaman petani kakao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, paparnya, petani kakao dalam negeri kehilangan 10% berat dalam setiap kilogramnya jika biji kakao itu telah diolah. Pasalnya, terjadi PBK yang ada dalam buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika telah musim PBK, antisipasinya hanya membungkus buah dengan plastik atau kertas. Padahal ada obat yang bisa menghilangkan, tapi petani tidak mengetahuinya," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sebenarnya telah menyampaikan kepada pemerintah mengenai kebutuhan penyuluh tersebut, tapi perhitungannya setelah masa kontrak itu apa yang akan dilakukan dengan tenaga penyuluh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya bisa terus difungsikan, lahan kan akan tersu meningkat dan kebutuhan penyuluh akan terus digunakan," tegasnya. (ln)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-117090798626249297?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/117090798626249297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=117090798626249297' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/117090798626249297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/117090798626249297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2007/02/askindo-butuh-900-penyuluh-bagi-petani.html' title='Askindo butuh 900 penyuluh bagi petani'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-117090574405884369</id><published>2007-02-07T19:20:00.000-08:00</published><updated>2007-02-07T19:35:44.223-08:00</updated><title type='text'>Ir. Rudianto Handojo: untuk Atasi Banjir, Kembalikan Hak Resapan Air</title><content type='html'>Ir. Rudianto Handojo: untuk Atasi Banjir, Kembalikan Hak Resapan Air&lt;br /&gt;Selasa, 6 Peb 07 12:26 WIB&lt;br /&gt;Setelah tahun 2002 banjir melanda wilayah Ibukota dan sekitarnya, awal Februari 2007 banjir kembali menenggelamkan rumah warga di sebagian wilayah Jabodetabek. Banjir yang diduga sebagai siklus lima tahunan ini, telah memecahkan rekor banjir sebelumnya, akibat hantaman air itu infrastruktur Ibukota terganggu. Dalam bincang-bincang dengan eramuslim, Pengamat Perkotaan dari Institut Tekhnologi Bandung Ir. Rudianto Handojo mengungkapkan mengapa masalah banjir di Jakarta tidak bisa tertuntaskan dan malah makin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda, mengapa banjir di Jakarta makin parah, dibandingkan tahun 2002 lalu, apa sebenarnya penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kalau kita sekarang berbicara, andalan kita banjir kanal, sekarang sudah ada banjir kanal barat dan sedang membangun banjir kanal timur, mudah-mudahan selesai. Tapi jangan berharap terlalu banyak kalau banjir kanal timur selesai lantas akan bebas banjir. Karena itu desain zaman Belanda tahun 1930-an, untuk menjangkau Jakarta tahun 1950. Kalau kemudian kita bangun pasti desain tahun 50-an dengan desain tahun 2000 sudah jauh berbeda sekali. Pasti tidak akan sanggup menampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila merujuk pertanyaan tadi, saya harus jelaskan bahwa banjir ini masalah yang tidak berdiri sendiri. Kenapa demikian, karena kita tahu alasan yang mempengaruhinya adalah daerah aliran sungai (DAS). Saya mencoba membagi atas tiga bagian, yakni bagian hulu, tengah kemudian hilir, ditambah muara. Kita mempunyai muara, tetapi yang bisa ditangani secara langsung oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta hanya didaerah hilir dan muaranya, sedangkan untuk daerah tengah dan hulu tidak bisa dijangkau oleh DKI Jakarta. Padahal di sanalah hujan yang terjadi akhir-akhir ini terjadi, dibagian hulu dan tengah daerah aliran sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah aliran sungai hulu dan tengah yang anda maksud itu mana saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara 13 sungai yang mengalir ke DKI Jakarta, hulunya itu mulai didaerah puncak Bogor, tengahnya diwilayah Cibinong, dan juga Depok. Di sana terjadi penggundulan hutan, pohon-pohonan hilang diganti dengan villa dan sebagainya. Itu yang berpengaruh sangat besar, bukan saja pohonnya yang tidak menyerap air, tanahnya pun tidak bisa menyerap air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembenahannya memang harus dilakukan secara teknis, penyerapan buatan itu bisa saja, tetapi masalahnya adalah pemerintah DKI Jakarta tidak boleh melakukan pembiayaan di luar daerahnya, padahal daerah sana di bawah pemda Jawa Barat dengan anggaran yang tersedia relatif sedikit, rasanya tidak terlalu berkepentingan dengan yang terjadi di DKI Jakarta. Karenanya Gubernur Sutiyoso ingin membiayainya, dengan melakukan cross subsidi, karena merasa memiliki anggaran lebih banyak. Namun hal itu dirasakan belum memungkinkan dengan peraturan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah langkah itu cukup efektif mengurangi ancaman banjir di Ibukota?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau langkah-langkah itu dilakukan dengan betul-betul terukur dan jelas, hasilnya bisa efektif. Tapi jika penanganannya tidak terukur, saya tidak yakin berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dalam jangka pendek, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi banjir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu yang nomor satu adalah pengetatan peraturan, dalam peraturan sebetulnya sudah ada pengaturan koefisien luas bangunan, dan koefisien yang boleh menjadi perkerasan (areal yang dibangun), namun banyak yang dilanggar. Daerah hijau semua sudah berubah menjadi perumahan, tetapi yang harus bisa dilakukan adalah bagaimana mereka yang mengambil hak air ini, karena air mempunyai hak meresap ke tanah tapi tanah itu kemudian ditutup dengan jalan, dengan adanya bangunan, harus ada ganti bagi daerah resapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apapun yang dibuat perkerasan, harus bisa diganti dengan peresapan buatan. Sehingga ada daerah alternatif dan untuk itu perlu dibuat lagi danau-danau (situ) sebanyak mungkin. Saat ini keberadaan situ sudah berkurang dari jumlah awalnya, hanya tinggal beberapa puluh saja. Jadi kita harus membuat lagi sebanyak mungkin. Karena itu yang akan berperan sebagai penjaga air-air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sebisa mungkin dilakukan injeksi ke bumi untuk mengisi kantong-kantong di bawah tanah, kalau airnya mengalir ke Jakarta akan menjadi air tanah dan bisa menahan intrusi air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, selama ini ada yang salah dalam pelaksanaan pembangunan di kota Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta sudah sedemikian rupa berubah, tapi kemampuan mengantisipasi perubahan ini selalu terlambat. Ibaratnya, kita punya jalan di DKI Jakarta dari tahun 1950-an tapi tidak diubah sampai sekarang, pasti akan mengalami kesemrawutan, sehingga kita harus membuat jalan lebih besar, jalan tol, nah jalan-jalan tol besar itu ibarat kita sedang membuat banjir-banjir kanal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi intinya, adalah sistem drainase kita rasanya tidak mencukupi. Yang harus dilakukan oleh pemda adalah membuat normalisasi seperti pelebaran sistem drainase supaya bisa menampung air. Itupun belum cukup. Kita harus mempunyai sistem yang memang sesuai dengan Jakarta sampai tahun 2050, jangkauan kita harus ke depan. Jakarta tahun 2050 dengan sistem drainase yang terdesain untuk menjangkau kepadatan penduduk pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud Anda, pembangunan di Jakarta harus diseimbangkan dengan pembuatan resapan air yang memadai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, memang ada aturan yang mengharuskan bahwa disetiap kavling rumah dibangun satu sumur resapan, tapi saya tidak pernah melihat evaluasinya, sejauhmana efektifnya dan apakah hal itu dilakukan atau tidak. Harusnya kalau mau konsekuen bukan hanya rumah yang melakukan itu, tapi seluruh bangunan-bangunan gedung, jalan, semua diwajibkan membuat peresapan air pada ruas-ruas jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan keberadaan pintu-pintu air?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sepertinya bukan untuk mengurangi banjir ya, tapi untuk mengatur supaya banjirnya merata, jangan disatu tempat banjirnya 5 meter, tapi di tempat lain 1 meter. Bukan untuk mengurangi, hal itu dilakukan kurang lebih hanya untuk menyeimbangkan tekanan air, namun tetap saja kita tidak bisa mengatasi tekanan air yang volumenya demikian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal lagi yang perlu diketahui bahwanya banjir ini terjadi karena perubahan iklim global. Dulu kita sangat terbiasa dengan curah hujan yang relatif teratur mulai bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari, tetapi saat ini entah memang karena pemanasan global kita jadi mengenal yang namanya badai. Padahal 20 tahun lalu tidak ada badai di sini, hanya diwilayah sub-tropis seperti Filipina dan Hongkong. Dan pada waktu dulu kita juga hanya mengenal dengan istilah banjir besar dengan R50, kalau intesitasnya sering R25, kemudian R10, dan sekarang sudah ada R5. Untuk R5 ini adalah peristiwa banjir besar yang terjadi 5 tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya kalau ada banjir besar yang tidak tertangani kita menyebutnya R25, itu berarti terjadi setiap 25 tahun sekali, tapi kemudian 10 tahun lagi terjadi kemudian disebut R10. Dapat dikatakan banjir yang terjadi saat ini disebabkan adanya fluktuasi hujan. Kalau dulu hujan bisa terbagi dari enam bulan, lima bulan, ataupun empat bulan secara merata, namun untuk sekarang terjadi hanya pada satu pekan saja, otomatis kandungan air ditujuh pekan itu sebetulnya, tidak bisa ditampung dengan sistem apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi penyebab banjir yang terjadi akhir pekan lalu itu salah satunya karena ada perubahan karakter cuaca global, bukan semata-mata tata ruang kota yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ada perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda punya usulan sistem apa yang bisa diterapkan di negara kita untuk antisipasi banjir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara hulu, kita harus membuat parit-parit bertangga untuk sebuah jebakan supaya air dapat menyerap. Di daerah tengah membuat danau-danau dan harus ada sistem injeksi air. Kita sudah mempunyai teknologinya dan itu tidak sulit. Kalau di kota DKI Jakarta sendiri selain melakukan normalisasi, juga harus menambah daya serap air. Hal ini akan mengalami masalah kesulitan jika air banjir bertemu dengan air pasang saat bulan purnama. Banjir itu tahan lama dan mengendap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga ada usulan yang sangat inkovensional, yakni membuat danau air tawar dilaut, dengan cara laut dibentengi sampai titik tertentu yang cukup besar kemudian air di situ dipompa ke luar. Memang biayanya besar dan itu bisa diparalelkan, tapi ini bukan usulan dari saya ya, saya hanya mempelajarinya. Ini bisa saja dilakukan, tetapi membutuhkan kajian yang panjang, menyangkut lingkungan dan juga pembiayaan. Selama kita bisa membiayainya sendiri menjadi satu kawasan yang bagus, hal ini mungkin saja dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya membuat suatu grafitasi, selama ini kondisi di Jakarta landai dari ujung selatan sampai ke lautnya, sehingga air pelan mengalir. Yang bisa dilakukan adalah membuat permukaan air dilaut jauh lebih rendah sehingga membuat air lancar dan cepat mengalir. Karena seolah-olah muka laut direndahkan atau diturunkan. Saya anggap itu usulan yang masuk akal, meskipun inkonvensional, tetapi bisa dilakukan. (novel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-117090574405884369?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/117090574405884369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=117090574405884369' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/117090574405884369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/117090574405884369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2007/02/ir-rudianto-handojo-untuk-atasi-banjir.html' title='Ir. Rudianto Handojo: untuk Atasi Banjir, Kembalikan Hak Resapan Air'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116902389358630462</id><published>2007-01-17T00:45:00.000-08:00</published><updated>2007-01-17T00:51:34.040-08:00</updated><title type='text'>Empat Sekawan Pereda Asam Urat</title><content type='html'>Derita itu ia alami sejak 2 tahun lalu.Semula Suhartini menduga deritanya hanya pegal-pegal biasa. Sebab, setelah diolesi param, pegal pun menghilang. Namun, makin lama, rasa sakitnya semakin menghebat. Apalagi setelah mengkonsumsi soto dan emping yang menjadi santapan favoritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berharap sembuh,pada Januari 2006,Suhartini memeriksakan diri ke dokter umum di Jatibening, Bekasi.Sebelum diperiksa, ia diharuskan mengecek darah dahulu. Hasil pemeriksaan dokter, Suhartini terkena asam urat berlebih. Kandungan asam uratnya mencapai 9 mg/100 ml darah. Padahal normalnya 6,5 - 7 mg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih herbal&lt;br /&gt;Oleh dokter,ibu dua anak itu diberi obat berupa kapsul yang dikonsumsi 3 kali sehari. Seminggu kemudian,kondisi Suhartini membaik.Namun, setelah obat tandas, rasa linu di jari tangan kembali kambuh. Ia pun berhenti mengkonsumsi obat kimia lantaran khawatir merusak ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhartini pun beralih mengkonsumsi ramuan sambiloto, tempuyung, lada,dan komfrey yang sudah dikapsulkan. Ia rutin mengkonsumsi obat itu 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul. Dua pekan berselang,sakit di jari tangan mulai reda dan kini sudah hilang sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr Suharti K Suherman SpFK, dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Senyawa itu banyak terdapat dalam makanan seperti jeroan, emping, dan sarden.Asam urat berfungsi membentuk inti-inti sel.Namun,yang diperlukan tubuh hanya sedikit.Sisanya dikeluarkan melalui usus (30%)dan ginjal (70%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya kadar asam urat dalam darah disebabkan sintesis asam urat berlebih, sedangkan ekskresi di ginjal sedikit. Asam urat berlebih itu berpadu dengan natrium membentuk kristal natrium urat pada jaringan lunak persendian. Terbentuklah endapan yang disebut topus.Akibatnya terjadi peradangan ?biasa disebut arthritis gout ?akut.yang ditandai rasa nyeri di persendian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazim dipakai&lt;br /&gt;Untuk mengobati asam urat,herbalis menggunakan sambiloto.?Namun, sambiloto tidak digunakan tunggal,? ujar Iskandar,pengobat herbal di kompleks Permata Ancol,Jakarta Utara. Ia meramunya dengan tempuyung, temulawak, dan lada yang dibuat dalam bentuk kapsul. Menurutnya,anggota famili Acanthaceae itu berperan meredakan sakit. Ramuan serupa digunakan dr Erna Cipta Fahmi,dokter umum dan herbalis di Ciputat, Tangerang.Namun,ia menggunakannya untuk pasien yang belum akut. Untuk pasien asam urat kronis, biasanya ditambahkan daun salam dan akar alang-alang untuk memperbaiki kerja ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambiloto yang terbukti empiris meredakan gangguan asam urat, juga dilirik produsen obat PT Indofarma. Menurut Agus Kuanto, manajer produk PT Indofarma, pihaknya meramu obat asam urat dari sambiloto Andrographis paniculata, temulawak Curcuma xanthoryza, tempuyung Sonchus arvensis, lada Piper nigrum, dan rumput teki Cyperus rotundus. Dari kelima jenis tanaman obat itu, jumlah sambiloto paling dominan, yaitu 35%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antidepresan&lt;br /&gt;Menurut dr Suharti K Suherman SpFK, sambiloto mengandung lakton dan kolmegin yang memberi efek antidepresan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan sendi. Sedangkan daun tempuyung kaya akan kalium yang berkhasiat sebagai peluruh urine sehingga meningkatkan ekskresi asam urat saat berkemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temulawak yang mengandung kurkumin dan minyak asiri bekerja memperbaiki kerja ginjal agar ekskresi asam urat meningkat. Kandungan piperin, piperanin, dan chavaicin pada lada berfungsi merangsang kelenjar pencernaan sehingga mempercepat pembakaran lemak yang menghambat ekskresi asam urat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sambiloto ampuh meredakan nyeri akibat asam urat, tetap harus dibarengi pola makan sehat.Pasien sebaiknya menghindari mengkonsumsi makanan yang mengandung purin dan perbanyak minum air putih. Dengan begitu,sintesis dan ekskresi asam urat bisa seimbang sehingga kadarnya dalam darah tetap normal. (Imam Wiguna)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116902389358630462?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://trubus-online.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=7&amp;artid=244' title='Empat Sekawan Pereda Asam Urat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116902389358630462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116902389358630462' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116902389358630462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116902389358630462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2007/01/empat-sekawan-pereda-asam-urat.html' title='Empat Sekawan Pereda Asam Urat'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116902348929148192</id><published>2007-01-17T00:42:00.000-08:00</published><updated>2007-01-17T00:44:49.396-08:00</updated><title type='text'>Kisah Perawan Atasi Sinusitis</title><content type='html'>Ketika itu dr Ludwina -demikian sapaannya -memang sedang sakit. Badan saya agak panas, katanya. Selain itu, tenggorokan juga gatal dan batuk-batuk. Ia menduga itu gejala flu biasa. Namun, ia mulai curiga. Kalau flu, biasanya ingus keluar tanpa henti, tapi ini kok tidak, katanya. Saat dikeluarkan, ingus tampak mengental dan berwarna kuning kehijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya aroma tak sedap itu berasal dari ingus yang bersarang di saluran sinus maksilaris, salah satu saluran sinus yang letaknya di dalam tulang pipi. Dampaknya nyeri merasuki pipi kanan. Ibu dua anak itu pun menyadari dirinya terkena sinusitis.&lt;br /&gt;Kerap kambuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derita itu kerap menyambangi dr Ludwina sejak 4 tahun silam. Hampir setiap tahun sinusitis saya kambuh, ujarnya. Meski begitu, ia tak pernah memeriksakan diri ke dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Ludwina dokter umum yang berpraktek di Kompleks Kedaung Rindang, Ciputat, Kabupaten Tangerang, Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kambuh, Ludwina mengobatinya dengan mengkonsumsi 3 tablet obat antibiotik Amoxcilin setiap hari. Dua minggu berselang, ingus mulai mencair dan perlahan sembuh. Kebiasaan itu rutin dilakukan jika sinusitisnya kambuh. Lama-kelamaan, kuman penyebab sinusitis mulai kebal. Saat diobati dengan dosis sama, deritanya tak juga sirna. Akhirnya, Ludwina menggantinya dengan obat antibiotik yang lebih kuat yaitu Cyproploxacin dengan dosis 2 tablet sehari. Hasilnya sama, dua pekan kemudian baru sinusitisnya hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalannya dengan VCO tak disengaja. Pada 2005, sang suami menderita diabetes mellitus. Saat VCO mulai populer, ia pun membeli minyak perawan untuk suaminya. Harapannya derita kencing manis sang suami segera sembuh. Namun, suami menolak mengkonsumsi lantaran mual dan gatal-gatal di kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VCO itu kemudian dikonsumsi Ludwina. Ketika itu saya meminum VCO bukan untuk mengobati sinusitis, katanya. Bahkan ia sempat meragukan khasiat minyak perawan itu. Oleh sebab itu, ia hanya rutin mengkonsumsi satu sendok makan sehari. Kalau sedang sibuk, kadang-kadang lupa, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan mengkonsumsi minyak perawan, keraguannya mulai terkikis. Badan saya kok lebih fit, ujar Ludwina. Padahal, aktivitas wanita 51 tahun itu seabrek. Selain membuka praktek di kediamannya, ia juga aktif menjadi dokter sukarelawan pada sebuah klinik sosial di Pamulang, Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Januari 2006, sinusitis kembali menyambangi Ludwina. Dokter alumnus Universitas Katolik Atmajaya itu mengeluh sakit di pipi kanannya. Obat antibiotik pun dikonsumsi. Namun, efek samping akibat rutin mengkonsumsi antibiotik membayangi pikirannya. Oleh karena itu, konsumsi obat pun dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatiannya beralih pada VCO. Saya sudah merasakan khasiatnya untuk kebugaran. Mungkin untuk sinusitis juga bisa, katanya. Karena untuk pengobatan, ia pun rutin mengkonsumsi 3 sendok makan VCO sehari. Dua hari kemudian, ia kaget saat membuang ingus. Baru dua hari mengkonsumsi, kok sudah encer. Biasanya 2 -3 minggu baru sembuh, katanya. Padahal, tak satu pun obat antibiotik yang ia konsumsi ketika itu.&lt;br /&gt;Harus operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr Dody Widodo SpTHT, dari RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, sinusitis disebabkan peradangan rongga-rongga di wajah (sinus) akibat patogen dan alergi berkepanjangan. Efeknya sel-sel selaput lendir melebar dan menghambat sekresi lendir sehingga berkumpul di daerah sinus. Lendir yang tertahan itu menjadi sarang nyaman bagi patogen seperti virus, bakteri, dan cendawan. Akibatnya, bisa memperparah peradangan. Jika dibiarkan, lendir bercampur nanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala sinusitis bervariasi tergantung letak infeksi. Ada 4 posisi sinus:sinus frontalis, di dahi;sinus maksilaris, di dalam tulang pipi;sinus etmoid di belakang batang hidung di sudut mata;dan sinus sfenoid, di belakang sinus etmoid. Infeksi di sinus frontalis, menyebabkan dahi nyeri. Jika di sinus maksilaris, gejalanya nyeri di gigi rahang atas. Nyeri di antara kedua mata pertanda infeksi sinus etmoid. Kalau tak segera diobati, infeksi pada daerah itu menyebar ke mata dan memicu kebutaan. Sedangkan gejala sinusitis lainnya, aroma napas tak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinusitis lebih rentan menyerang penderita alergi. Musababnya, kondisi selaput lendir penderita alergi sangat sensitif. Alergen yang terhirup seperti debu, spora jamur, bulu binatang, serbuk sari bunga, asap rokok, dan polutan lainnya, turut memicu pembengkakan selaput lendir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk akurasi letak infeksi, biasanya pasien dipindai dengan alat sinus paranasal. Kemudian didiagnosis tingkat keparahan infeksi. Jika infeksi hanya menyebabkan penebalan selaput lendir sinus, cukup diberi obat antibiotik. Untuk menghilangkan sumbatan akibat lendir yang mengental, diberi obat dekongestan alias pengencer lendir. Kalau lendir telah berubah menjadi nanah, maka harus dioperasi dengan endoskopi, ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia itu.&lt;br /&gt;Singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana khasiat VCO? Menurut Hartono, pengobat tradisional di kawasan niaga Roxy, Jakarta Pusat, keampuhan VCO menyembuhkan sinusitis diduga lantaran asam laurat VCO yang membunuh bakteri penyebab sinusitis. Itu senada dengan pendapat Mary Enig PhD, pakar VCO asal Amerika Serikat. Di dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi monolaurin yang berkhasiat sebagai antivirus, antibakteri, dan antiprotozoa. Cara kerjanya dengan menghancurkan membran lipid yang menyelubunginya. Salah satu bakteri yang dapat dimatikan VCO adalah Streptococcus, penyebab sinusitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keampuhan minyak kelapa murni sebagai antibiotik tak pernah diduga oleh dr Ludwina. Ini satu-satunya antibiotik yang tak menyebabkan efek samping, katanya. Selain itu, efeknya sangat singkat, hanya 2 hari. Bandingkan dengan antibiotik sintetis kimia yang membutuhkan waktu hingga 2 -3 pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, sinusitis tak lagi menyambangi dr Ludwina. Meski kembali kambuh, ia tak khawatir. Saya sudah menemukan antibiotik paling efektif, katanya. Saat memeriksa pasien pun kini tak lagi terganggu. Walaupun melayani pasien hingga larut malam, saya siap, ujarnya. Selain sinusitis menghilang, kondisi tubuh dr Ludwin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116902348929148192?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://trubus-online.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=7&amp;artid=315' title='Kisah Perawan Atasi Sinusitis'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116902348929148192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116902348929148192' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116902348929148192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116902348929148192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2007/01/kisah-perawan-atasi-sinusitis.html' title='Kisah Perawan Atasi Sinusitis'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116902151779626781</id><published>2007-01-16T23:24:00.000-08:00</published><updated>2007-01-17T00:11:57.893-08:00</updated><title type='text'>Pembuktian Ramuan Purba</title><content type='html'>Bawang putih memang tak sekadar penambah aroma dan rasa masakan untuk membangkitkan selera. Keberadaannya dimanfaatkan sebagai panasea berbagai penyakit. Itu sudah diketahui sejak berabad-abad silam. Sebuah papyrus di Mesir bertarikh 1500 SM ditemukan berisi 22 khasiat Allium sativum untuk mengobati penyakit. Tak heran Raja Tutankhamun dari Mesir memanfaatkannya untuk stamina dan mencegah penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Romawi dan Yunani umbi bawang digunakan sebagai obat lepra dan asma. Sedangkan orang Lebanon memanfaatkannya untuk diet. Pada 1858, Louis Pasteur ahli mikrobiologi menggunakan kerabat bunga lili itu sebagai desinfektan pembersih luka terbuka serta mencegah gangrene.&lt;br /&gt;Antikolesterol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat bawang putih dibuktikan secara ilmiah oleh Divisi Kardiologi, California University dan Western Medical Center, Amerika Serikat. Mereka menguji 40 pasien hiperkolesterol berusia 40 -75 tahun. Empat minggu sebelumnya seluruh pasien diberikan plasebo, tablet berisi serat biasa sebagai pembanding. Setelah itu mereka diberi asupan ekstrak bawang putih selama 4 minggu dengan dosis suplemen yang biasa dikonsumsi pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan herbal berbahan bawang putih menurunkan 11% kolesterol, 10% LDL, 34% trigliserida, dan tanpa efek apa pun terhadap nilai HDL. Sedangkan plasebo hanya berefek menurunkan LDL dan trigliserida pada 10 pasien. Khasiat itu juga dibuktikan oleh Siti Aisyah yang mengidap kolesterol tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewindu lamanya Siti mesti bolak-balik ke rumahsakit. Kolesterol perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, itu amat tinggi, mencapai 284 mg/dl. Padahal, ambang batas kolesterol hanya 200 mg/dl. Kolesterol itulah penyebab stroke berkali-kali. Obat-obatan yang diresepkan tak kunjung menyelesaikan masalah. Sebaliknya ia malah cepat lelah, sering nyeri ulu hati, dan kram. Itu sebabnya ia beralih ke suplemen berbahan bawang putih. Sebulan berselang, kolesterolnya turun 45 angka. Sedangkan Low Density Lipoprotein (LDL)turun 65 angka dari 183 mg/dl, dan trigliserida turun 106 angka dari 195 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawang putih memiliki zat antipenggumpal darah, sehingga ia berkhasiat antikolesterol, kata dr Danny Kasim, ahli nutrisi di Jakarta. Hal itu sejalan dengan penelitian Dr Yongxiang Zhang dari University of Tokyo, Jepang. Hasil penelitiannya, bawang putih membantu menurunkan kadar kolesterol karena memiliki ajoene, zat antikolesterol untuk mencegah penggumpalan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Yu-Yan Yeh, ahli nutrisi Penn State University , Kalifornia menyebutkan tiga grup sulfur pada senyawa bawang putih menghambat 40 -60%produksi kolesterol hati tikus yaitu S-allyl cysteine, S-ethyl-cysteine dan S-propyl cysteine . Penelitian itu dilanjutkan Yeh pada manusia. Hasilnya, 34 pasien hiperkolesterol menunjukkan penurunan 7%kolesterol darah dan 12%LDL setelah mengkonsumsi kapsul berbahan bawang putih selama 5 bulan.&lt;br /&gt;Banyak khasiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawang putih efektif sembuhkan darah tinggi, kata dr Setiawan Dalimartha, dokter sekaligus herbalis di Jakarta. Konsumsi 2 siung bawang putih dipotong halus setiap pagi dan sore selama 2 minggu dapat menurunkan tekanan darah tinggi menjadi normal. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya itu, manfaat diperoleh lantaran kandungan asam amino alisin. Alisin bersifat antioksidan penyerap lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain penyakit kolesterol tinggi dan hipertensi, peneliti pada University of Texas dan Anderson Cancer Center , Houston, Amerika Serikat mengungkap bahwa kandungan S-allyl cysteine dan diallyl sulfi de dapat menurunkan kerusakan usus dan menghambat pembentukan tumor usus. S-allyl cysteine dan dialyl sulfi de menghambat 36%kerusakan usus. Diallyl sulfi de diklaim sebagai salah satu penghadang tumor terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mengungkap bawang putih merangsang poliferasi limfosit yang meningkatkan 25%sel darah putih penanggung jawab sistem kekebalan. Menurut dr Denny Kasim manfaat bawang putih optimal jika konsumsinya ditunjang dengan menghindari beberapa faktor pemicu lain. Konsumsi lemak, pedas, kuning telur, dan gula mesti dibatasi. Sedangkan sayuran dan buah segar diperbanyak. Tak ketinggalan istirahat cukup dan olahraga teratur agar terhindar dari berbagai penyakit. (Vina Fitriani).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116902151779626781?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://trubus-online.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=7&amp;artid=317' title='Pembuktian Ramuan Purba'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116902151779626781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116902151779626781' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116902151779626781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116902151779626781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2007/01/pembuktian-ramuan-purba.html' title='Pembuktian Ramuan Purba'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116901836622308311</id><published>2007-01-16T23:11:00.000-08:00</published><updated>2007-01-16T23:19:26.416-08:00</updated><title type='text'>Aduh, sang Perawan Beraroma Tengik</title><content type='html'>Saya baru beli VCO di agen, tapi kok tengik ya? Jika diminum, apakah membahayakan tubuh? ujar pembaca ketika menghubungi Trubus. Keraguan mengkonsumsi VCO (virgin coconut oil) alias minyak kelapa murni akibat kualitas rendah jamak terjadi. Itu akibat standar produksi minyak perawan amat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Trubus yang kerap menjadi tempat curahan hati konsumen. Para produsen pun kerap mendapat keluhan akibat mutu VCO rendah seperti dialami Rosjana, agen di Bekasi, Jawa Barat. Padahal, merek yang dijual oleh Santi berbeda dengan yang dikeluhkan pelanggan. Rasanya beda, tengik, dan terlalu kental, ujar perempuan 50 tahun itu. Jika sudah begitu, minyak perawan tak dapat diminum lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya rasa minyak kelapa murni itu lembut dan memiliki aroma khas kelapa yang unik. Jika teroksidasi timbul bau dan rasa tengik. Pemicu ketengikan bisa berupa oksigen aktif, panas, logam, atau cahaya. Semua itu menyebabkan hidrogen terlepas dari ikatan dan terbentuklah radikal alkil, sejenis radikal bebas. Radikal itu berikatan dengan oksigen membetuk radikal peroksi yang nantinya melahirkan hidroperoksida setelah bereaksi dengan asam lemak tak jenuh yang terdapat di dalam minyak.&lt;br /&gt;Berbagai penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju oksidasi meningkat bila di dalam minyak terdapat banyak ikatan rangkap. Semakin banyak ikatan rangkap, semakin banyak pula kemungkinan hidroperoksida terbentuk. Hidroperoksida asam lemak yang terbentuk bersifat labil dan mudah pecah. Dekomposisi hidroperoksida lebih lanjut mengakibatkan putusnya gugus OOH dan rantai C-C. Akibatnya dihasilkan senyawa lain dari degradasi itu seperti senyawa hidrokarbon, aldehid, dan keton. Timbulnya senyawa itu yang menyebabkan perubahan warna, rasa, dan aroma minyak, bahkan perubahan struktur kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oksidasi lipid menurunkan jumlah lipid yang dapat dicerna dan tersedia sebagai sumber energi di dalam tubuh. Selain itu oksidasi lipid juga menghasilkan senyawa radikal. Senyawa radikal yang terserap ke dalam tubuh memicu terbentuknya radikal bebas. Ia menpengaruhi proses penuaan, terjadinya arteriosklerosis, dan penyakit jantung koroner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekstur suatu produk, rasa, bau, aroma, dan kualitas nutrisi juga berubah akibat oksidasi lemak. Sebagian atau seluruh vitamin dan nutrisi lain rusak akibat oksidasi lemak. Asam laurat rusak jika ikatan rantainya teroksidasi. Ujungnya, khasiatnya pun berkurang. Yang bermanfaat adalah struktur rantai sedang. Jadi, kalau akibat oksidasi yang berlanjut struktur berubah, ya berkurang manfaatnya. Atau malah tidak bermanfaat sama sekali, ujar Nelis Imanningsih Karyadi, MSc, peneliti di Puslitbang Gizi dan Makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak tengik menimbulkan sensasi tidak nyaman di lidah, rasa gatal mungkin juga timbul di tenggorokan. Menurut Prof dr Waluyo Soerjodibroto, Msc PhD SpG (K) ahli gizi Universitas Indonesia, makanan tengik berefek kumulatif. Artinya, dalam jangka panjang radikal bebas memicu penyakit, seperti kanker. Efeknya mungkin baru akan terlihat 10-15 tahun mendatang, kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.&lt;br /&gt;Tiga ketengikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau yang timbul pada ketengikan VCO tergantung dari asam lemak yang dibebaskan selama proses kerusakan VCO berlangsung. Asam lemak bebas terdapat dalam minyak atau lemak sejak bahan itu mulai dipanen dan jumlahnya terus bertambah selama proses pengolahan dan penyimpanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andi Nur Alam Syah STP, MT, peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, terdapat 3 tipe ketengikan: oksidatif, hidrolisis, dan enzimatis. Ketengikan oksidatif terjadi jika sejumlah oksigen berhubungan dengan minyak. Molekul oksigen terikat pada ikatan ganda dari asam-asam lemak tidak jenuh. Ikatan ganda asam lemak tidak jenuh mengalami proses oksidasi akan dipecah membentuk asam lemak rantai pendek, aldehida, dan keton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kerusakan minyak atau lemak terbentuk campuran aldehid, keton, dan asam lemak bebas dengan berat molekul rendah. Campuran ini menyebabkan timbulnya bau tengik dan rasa getir yang tidak dikehendaki pada minyak. Semakin tinggi kandungan asam lemak tidak jenuh dan jumlah ikatan ganda, ketengikan makin cepat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula ketengikan hidrolisis yang disebabkan oleh air dalam minyak maupun udara bebas. Dengan adanya air, lemak dapat terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Reaksi itu dipercepat oleh basa, asam, dan enzim-enzim. Proses hidrolisis mudah terjadi pada minyak yang berasal dari bahan dengan kadar air tinggi. Oleh karena itu makin rendah kadar air, makin baik kualitas VCO.&lt;br /&gt;Olah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau tengik VCO dapat terjadi karena kerusakan minyak saat pengolahan dan penyimpanan. Banyak produk VCO asal jadi yang tak menghiraukan higienitas. Peralatan tidak steril berpotensi kontaminasi mikroorganisme menghasilkan aroma VCO asam, tidak beraroma harum kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan minyak murni dari santan, metode yang digunakan antara lain pancingan, pemanasan, fermentasi bakteri, atau fermentasi enzim. Proses itu dapat berlangsung hingga 8-12 jam. Makin lama dan panjang proses, serta makin banyak tenaga yang ikut campur, kemungkinan bakteri masuk makin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknik tradisional, fermentasi menjadi tak terkendali. Hingga saat ini belum ada riset yang membandingkan mutu VCO yang dihasilkan dari berbagai proses produksi. Namun, menurut dr Zaenal Gani, produsen di Malang, Jawa Timur, sentrifugal salah satu teknik teraman untuk memperoleh VCO berkualitas tinggi. Sebab, teknik yang disarankan oleh FAO itu mencegah fermentasi pemicu tengik. Dengan sentrifugal campur tangan manusia dalam proses VCO amat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian proses dilakukan dengan wadah steril terlindung dari kontaminasi mikroorganisme. Kelapa parut dan air dimasukkan dalam wadah tertutup sebelum masuk ke mesin pemeras. Santan yang dihasilkan didinginkan pada frezer khusus cepat beku agar pemisahan air dan endapan kelapa parut lebih cepat. Dalam waktu 30 menit, krim kaya minyak terlihat di bagian atas. Air yang telah terpisah dari ampas diputar dengan kecepatan 900 rpm (round per minute) pada mesin sentrifugal. Tiga lapisan terpisah satu sama lain terbentuk dari proses itu; blondo, air, dan minyak. Tahap akhir, penyaringan menggunakan kain saring berukuran 1 mikron untuk menjaring partikel kecil yang dapat menjadi endapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VCO mengandung asam laurat dan miristat yang tergolong dalam saturated fatty acid atau asam lemak jenuh. Asam lemak jenuh tidak mengandung ikatan rangkap yang sangat labil terhadap proses oksidasi. Oleh karena itu VCO relatif lebih tahan terhadap proses oksidasi dibandingkan dengan minyak lain yang memiliki ikatan rangkap baik tunggal maupun ganda. Namun, bila VCO disimpan dalam jangka waktu yang lama dalam keadaan kontak dengan faktor inisiator (panas, oksigen, cahaya, logam) oksidasi masih dapat terjadi. Ketengikan, perubahan rasa dan aroma juga akan terjadi. Walau VCO relatif lebih tahan terhadap oksidasi, pengemasan dan penyimpanan yang baik tetap dibutuhkan. Tujuannya agar mutu sang perawan terus terjaga. (Kiki Rizkika)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116901836622308311?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://trubus-online.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=7&amp;artid=377' title='Aduh, sang Perawan Beraroma Tengik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116901836622308311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116901836622308311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116901836622308311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116901836622308311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2007/01/aduh-sang-perawan-beraroma-tengik.html' title='Aduh, sang Perawan Beraroma Tengik'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116840689623311212</id><published>2007-01-09T21:11:00.000-08:00</published><updated>2007-01-09T21:28:18.323-08:00</updated><title type='text'>Masalah Perberasan Bukan Hanya Masalah Deptan Tetapi Masalah Pemerintahan (Sistem)</title><content type='html'>Masalah Perberasan Bukan Hanya Masalah Deptan Tetapi Masalah Pemerintahan (Sistem)&lt;br /&gt;oleh:Aryo Notonogoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal tahun 2007 ini pemerintah dibingungkan dengan naiknya kebutuhan pokok yang dipicu oleh naiknya beras. Sembako naik hingga 40 %,menambah daftar kemiskinan penduduk negeri ini. Disinyalir kenaikan beras akibat bencana,puso atau kekeringan sehingga mengakibatkan gagal panen,dan keterlambatan tanam. Stok beras di daerah-daerah lumbung padi pun berkurang karena para petani dan pedagang menjual secara bebas,sehingga beras di jual ke daerah yang lebih mahal harga jualnya,seperti yang terjadi di di Sumsel. Kadis Pertanian Sumsel Trisbani Arief di Palembang menyatakan bahwa karena beras diperdagangkan secara bebas,banyak petani lebih suka menjual ke Lampung atau Bengkulu. Akibatnya stok di daerah ini terus berkurang.&lt;br /&gt;Andalan pemerintah untuk menurunkan atau menstabilkan harga adalah dengan impor beras, Operasi Pasar dan Raskin.&lt;br /&gt;Senjata tersebut sudah tidak ampuh,terbukti harga-harga kebutuhan pokok terus meningkat tanpa mampu untuk dikendalikan oleh pemerintah. Pemerintah pun ketakutan dengan kekuasaannya,isu yang berkembang adalah resuflu,ketidakbecusan mentri pertanian dan lain-lain. Seolah-olah akan selesai permaslahan dengan mencari kambing hitam,pemerintah cuci tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar Permasalahan&lt;br /&gt;Pengelolaan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dilakukan dengan cara liberal,sistem demokrasi yang digunakan Indonesia mengarah kepada liberalisasi yaitu kebebasan dalam berekonomi,jadinya tidak ada batasan yang jelas antara kepemilikan individu, kepemilikan umum dan negara.&lt;br /&gt;Contoh sisitem Pemerintah Indonesia dalam melayan kebutuhan Pangan:&lt;br /&gt;Petani dikelilingi oleh para padagang atau pengusaha, bahkan untuk mendistribusikan hingga mencapai konsumen juga melalui pengusaha atau pedagang. Liberalisasi sangat kentara,sistem ekonomi kita memberikan keleluasaan bagi pelaku bisnis untuk menentukan berbagai kebutuhan masyarakat,akhirnya yang terjadi ketika mengikuti hukum ekonomi supply and demand maka untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya pelaku bisnis membuat jaringan untuk pengadaan dan pendistribusian, di lapang akan banyak kita temui penimbunan dan pendistribusian barang yang tidak merata.&lt;br /&gt;Pemerintah dimana?&lt;br /&gt;Pemerintah hanya membuat program-program makro untuk mendorong pelaku pertanian Indonesia agar berperan aktif dengan memberikan kemudahan-kemudahan bagi para investor dan memberi kebijakan-kebijakan yang menguntungkan mereka seperti impor beras dan peringanan pajak.&lt;br /&gt;Kita tidak pungkiri juga adanya prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh Departemen Paeranian semisal program Prima Tani yang dilakukan Litbang sehingga mampu membina pertanian di desa tersebut untuk lebih maju. Tetapi mengapa itu tidak bisa dilakukan di semua daerah? Jawabannya karena Sistem Pemerintah Indonesia belum memungkinkan untuk itu.&lt;br /&gt;Mari kita kupas salah satu contoh sepak terjang pemerintah dan politisi tentang masalah beras.&lt;br /&gt;Pada saat musim paceklik kemarin,terjadi stok beras berkurang di Bulog,akhirnya memaksa impor beras,disebabkan juga karena harga beras naik.&lt;br /&gt;1. DPR. Menjadi makanan politik untuk memanfaatkan isu agar bisa menjatuhkan musuh politiknya yang duduk di pemerintahan.&lt;br /&gt;2. Pemerintah. Berupaya mengendalikan harga dengan memaksa impor beras,melibatkan menko perekonomian,Bulog,Menkesra,Mentan dan Mentri Perdagangan dalam memutuskan impor beras dan Operasi Pasar.&lt;br /&gt;3. Partai Politik. Memanfaatkan isu ini untuk menjatuhkan pemerintahan.&lt;br /&gt;4. Pedagang atau pengusaha. Memanfaatkan kebijakan pemerintah untuk memperkaya diri dengan berebut proyek impor dan dengan menimbun produk.&lt;br /&gt;5. Rakyat. Hanya menjadi penonton yang baik karena setiap teriakannya tidak terdengar sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah selalu bersifat reaktif dengan berupaya mengatasi setiap ada masalah  besar yang mengancam kekuasaannya. Sebutlah tentang kasus Adam Air,Tenggelamnya kapal dan melonjaknya harga beras. Mereka baru berkonsolidasi dan membuat planning untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi. Pemerintah Indonesia sangat lemah dalam early warning system bahkan bisa dikatakan hampir tidak punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada perberasan atau pertanian,di Deptan sendiri begitu banyak orang yang pintar mulai budidaya pertanian hingga yang berkenaan dengan pengolahan hasil pertanian. Tetapi mengapa pertanian Indonesia belum maju?ini adalah permasalahan sistemik (sistem pemerintahan). Seharusnya pemerintah mampu menyediakan sarana dan prasarana yang mudah dan murah bagi para petani,tetapi karena dikelilingi para pedagang maka yang melayani petani adalah produk-produk dagang yang berorientasi kepada profit. Belum lagi birokrasi yang rumit dan sulit. Seperti subsidi pupuk kepada petani, deptan hanya kebagian mendata dan memprediksi kebutuhan pupuk tiap tahun,sedangkan yang menyediakan dan mendistribusikan adalah Departemen Perdagangan. Jangan heran jika di lapang akan banyak ditemukan keluhan petani yang sulit untuk mendapat pupuk bersubsidi dan hilangnya pupuk di pasaran karena makanisme pendistribusian lebih rumit lagi yaitu pemerintah memberi kepada perusahaan pupuk subsidi untuk petani lalu perusahaan tersebut lah yang akan mendistribusikan melalui para agennya (swasta). Pemerintah menjadi pengawas yang aka bertindak jika hanya ada laporan dari daerah yang merasa dirugikan. Apapun yang dilakukan pemerintah selam ini,tetap tidak merubah keadaan karena sistem demokrasi liberal masih diperjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif Solusi&lt;br /&gt;Pemerintah harus turuntangan untuk menagani sendiri dalam maslah penyediaan kebutuhan pokok masyarakat dan menyingkirkan para cooperasi yang selama ini menguasai bisnis di bidang tersebut. Pemerintah harus merubah sistem pengadaan dan pendistribusian kebutuhan pokok kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Dari sistem yang bagus seperti itulah maka pemerintah tidak perlu bingung untuk mengeluarkan kebijakan perdagangan,karena semua terkendali untk kepentingan rakyat. Pemerintah akan cepat menegetahui jumlah kebutuhan sebenarnya dan pendistribusian yang tepat sasaran.&lt;br /&gt;Sekarang,pemerintah hanya pintar mengkalkulasi dan membagi yaitu mengkalkulasi perkiraan kebutuhan pangan rakyat lalu memperkirakan produksi tanaman setelah itu membagi dengan jumlah penduduk yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah realitas sistem kehidupan yang kita jalani sekarang ini,semua dijalankan berdasarakan anggapan atau asumsi dan perkiraan. Pemerintah akan senang jika jumlah produksi sesuai yang ditargetkan tetapi tidak pernah memperhitungkan apa benar rakyat sudah mendapat apa yang dibutuhkan.(mtw)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116840689623311212?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116840689623311212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116840689623311212' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116840689623311212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116840689623311212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2007/01/masalah-perberasan-bukan-hanya-masalah.html' title='Masalah Perberasan Bukan Hanya Masalah Deptan Tetapi Masalah Pemerintahan (Sistem)'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116789750227109504</id><published>2007-01-03T23:49:00.000-08:00</published><updated>2007-01-03T23:58:23.513-08:00</updated><title type='text'>Daya Saing Ekspor Produk Pertanian</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan Daya Saing Ekspor Produk Pertanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Indonesia di Pasar Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan suatu sistem pertanian terpadu dengan agribisnis dan agroindustri yang berdaya saing tinggi di Indonesia,   diperlukan suatu organisasi kelembagaan yang mampu mengemban suatu visi dan misi pembangunan, mengantisipasi tantangan pembangunan, mampu memanfaatkan peluang dan strategi daya saing di pasar Internasional. Dalam pengembangan pasar ekspor produk pertanian dan olahannya dengan adanya globalisasi yang membawa persaingan yang semakin ketat karena akan semakin banyak pemain baru/ new players  yang muncul sebagai akibat dari meningkatnya peluang pasar.  Dan bagaimana kita menanggapi hal ini dengan munculnya new players dari negara lain yang mempersiapkan mutu produk pertaniannya dengan melihat dari aspek produksi, pascapanen, transportasi dan distribusi (channel Distribution), sampai kepada pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini beberapa solusi jangka pendek yang dapat dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan kinerja ekspor antara lain (Source Economic Review Journal Sept. 2005) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peningkatan ekspor ke pasar tradisional antara lain dengan melalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    kegiatan promosi dan pengiriman misi dagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Peningkatan ekspor barang jadi untuk memperoleh nilai tambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diversifikasi cara pembayaran ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penghapusan berbagai pungutan yang dikeluarkan Pemda yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    membebani eksportir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penghapusan berbagai pungutan di pelabuhan serta peningkatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Peningkatan kredit ekspor dari perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lobi-lobi dengan negara tujuan ekspor yang mempunyai peraturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    yang dapat menghambat ekspor Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita analisa dan telaah lebih baik lagi bahwa didalam meningkatkan daya saing pasar Ekspor Indonesia, seperti contoh yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan pameran tunggal “ Indonesia Solo Exhibition (ISE) 2006 di Shanghai, China pada tanggal 27 – 30 Oktober 2006.  Hal ini didasarkan kepada rencana Pemerintah Indonesia Cq. BPEN – Departemen Perdagangan yang juga  berpartisipasi pada pameran China – ASEAN Expo 2006 (CAEXPO) pada tanggal 31 Oktober – 3 Nopember 2006 di Naning, RRT.  Kedua Pameran tersebut dikunjungi oleh Bapak Presiden RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Indonesia juga berpartisipasi dalam Royal Flora Ratchapruek 2006 yang telah di mulai pada tanggal 1 Nopember 2006 dan berakhir pada tanggal 31 Januari 2007. Adapun pameran itu didalam menyambut hari Ulang Tahun Raja Thailand Bhumibol Adulyadej ke-80. Menteri Pertanian RI ikut serta dalam pembukaan pameran tersebut. Hal ini menunjukkan kita selangkah telah mempersiapkan membuka peluang pasar dan daya saing dengan memperkenalkan produk-produk pertanian Indonesia kepada negara-negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kedepannya Indonesia akan berupaya untuk membuka kesempatan dan jaringan dengan mengadakan pameran luar negeri tentunya di Indonesia dengan skala Internasional.Dengan promosi dan pengembangan pasar inilah yang merupakan daya saing untuk pemasaran Internasional. Dengan mencari celah pasar (niches market) Indonesia akan lebih maju lagi tidak hanya selangkah tetapi maju terus untuk bidang pertanian yang mana kita ketahui negara kita yang agraris akan mampu untuk mencapai cita-citanya demi keberhasilan dan kemajuannya kelak. Indonesia akan mampu meraih peluang pasar yang masih ada secara lebih agresif,meningkatkan pangsanya di pasar ekspor dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans Hero K. Purba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktorat Pemasaran Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditjen PPHP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116789750227109504?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://agribisnis.deptan.go.id/index.php?files=Berita_Detail&amp;id=354' title='Daya Saing Ekspor Produk Pertanian'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116789750227109504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116789750227109504' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116789750227109504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116789750227109504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2007/01/daya-saing-ekspor-produk-pertanian.html' title='Daya Saing Ekspor Produk Pertanian'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116660255961781182</id><published>2006-12-19T23:56:00.000-08:00</published><updated>2006-12-20T00:15:59.890-08:00</updated><title type='text'>Kenaikan Harga Beras Dikhawatirkan Picu Harga Sembako</title><content type='html'>Rabu, 20 Desember 2006  13:37:00&lt;br /&gt;Kenaikan Harga Beras Dikhawatirkan Picu Harga Sembako&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang-RoL-- Harga beras yang hingga hari ini belum menunjukkan tanda-tanda akan stabil, dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah Soejatno Pedro HD di Semarang, Rabu (20/12), mengingatkan, masyarakat kelompok bawah sudah menjerit akibat kenaikan harga beras yang terjadi sejak akhir November 2006 dan sampai sekarang belum menunjukkan tanda akan kembali stabil seperti harga semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau pemerintah tidak segera mengatasi, saya khawatir kenaikan harga beras akan mendorong kenaikan harga sembako. Kalau hal ini sampai terjadi, tentu sangat memberatkan masyarakat luas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi pasar untuk mengendalikan harga beras, menurut Pedro, merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut, meski demikian sampai sekarang pemerintah kabupaten dan kota belum ada yang meminta pemerintah menggelar operasi pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanyakan apakah kenaikan harga beras sekarang disebabkan akibat stok beras menipis, Pedro menyatakan, tidak tahu persis namun mengakui bahwa sebelumnya terjadi kemarau panjang sehingga kemungkinan diikuti dengan penurunan produksi padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pemerintah tidak perlu tergesa-gesa melakukan impor beras dalam waktu dekat ini, karena sebelum menempuh kebijakan tersebut harus memiliki data akurat mengenai stok beras nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga beras belakangan ini menyebabkan kenaikan pengeluaran rumah tangga, padahal di sisi sama tidak ada kenaikan pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap bulan kami menghabiskan beras sebanyak 20 kilogram. Sekarang kami harus mengeluarkan Rp110.000 untuk 20 kilogram atau naik Rp10.000 dibanding sebelum ada kenaikan harga beras," kata Ny. Handayani, warga Tembalang Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dua anak itu berharap harga beras bisa kembali seperti semula, karena saat ini harga kebutuhan lainnya juga mengalami kenaikan, meski tidak setinggi harga beras. antara/abi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Wong Tani:&lt;br /&gt;Sudah berapa kali saya bilang pemerintah kita tuh salah ambil sistem atura.,sudah tahu kapitalisme dengan leberalnya menyengsarakan rakyat.Nah,kita bisa rasakan sekarang.Solusinya bagaimana?Kembali pada syariat Islam agar masalah kebutuhan pokok masyarakat bener-bener ditangani pemerintah yang amanah.Tidak seperti sekarang,hanya memanjakan pengusaha saja atau para kapitalis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116660255961781182?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=276320&amp;kat_id=23' title='Kenaikan Harga Beras Dikhawatirkan Picu Harga Sembako'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116660255961781182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116660255961781182' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116660255961781182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116660255961781182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/kenaikan-harga-beras-dikhawatirkan.html' title='Kenaikan Harga Beras Dikhawatirkan Picu Harga Sembako'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116657663561370479</id><published>2006-12-19T16:59:00.000-08:00</published><updated>2006-12-19T17:04:01.186-08:00</updated><title type='text'>RUU Penanaman Modal Dinilai Hanya Untungkan Pemodal Asing</title><content type='html'>RUU Penanaman Modal Dinilai Hanya Untungkan Pemodal Asing&lt;br /&gt;Selasa, 19 Des 06 20:45 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui RUU Penanaman Modal (RUUPM), dapat dipastikan pemodal/investor asing akan mendapat keistimewaan. Alasannya, RUU yang berisi 23 pasal ini, hanya menitikberatkan bagaimana mengundang pemodal sebanyak-banyaknya dan melayani mereka bak majikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berbagai kemewahan disediakan. Mulai kemudahan berbagai bentuk pajak, pembebasan lahan, bebas memindahkan modalnya kapan dan di manapun, hingga bebas nasionalisasi. Sementara biaya eksternalitas penanaman modal selama ini, di antaranya ribuan konflik lahan, pelanggaran HAM, perusakan lingkungan dan pemiskinan selama ini, tidak sedikitpun menjadi rujukan penyusunan RUU PM oleh pemerintah dan DPR RI," ujar Koordinator Humas Jaringan Masyarakat Tambang (JATAM) Siti Maemunah kepada pers di Jakarta, Selasa (19/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005 saja, terang dia, jumlah modal asing yang masuk ke dalam negeri mencapai USD 8,55 miliar yang dinvestasikan pada 785 proyek. Selama Januari hingga Oktober 2006, jumlah modal asing bertambah USD 4,48 miliar yang dinvestasikan pada 770 proyek. "Anehnya kondisi ini selalu disampaikan kepada publik sebagai pertumbuhan investasi yang terus merosot. Bahkan untuk menggalang invetasi, setidaknya telah 34 kali kunjungan keluar negeri dilakukan SBY – JK tahun ini," kritik Maemunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pihaknya menyesalkan perbaikan investasi dijadikan alasan mempercepat keluarnya RUU PM. Dengan alasan yang sama Bank Dunia juga ikut mendesak RUU ini segera dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hitung-hitungan terhadap manfaat modal, khususnya modal asing selama ini patut dipertanyakan. Apalagi pengurus negara tak pernah menghitung biaya eksternalitas, berupa biaya dan nilai oportunitas sosial dan lingkungan yang dibebankan kepada rakyat di kawasan di mana penanaman modal beroperasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencatat, sejumlah perusahaan asing telah membuat masyarakat sekitar justru resah. Misal, Exxon Mobil di NAD, Laverton Gold di Sumatera Selatan, Chevron, Rio Tinto dan KPC di Kalimantan timur, Arutmin di Kalimantan Selatan, Aurora Gold di Kalimantan Tengah, PT INCO di Sulawesi Selatan, Expan Tomori di Sulawesi tengah, dan Antam Pomalaa di Sulawesi Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Newmont di Sulawesi Utara dan Sumbawa, PT Arumbai di Nusa Tenggara Timur, juga Newcrest, PT Anggai dan PT Elka Asta Media di Maluku utara, Pertamina di Babelan Bekasi, Lapindo di Sidoarjo hingga Freeport dan Beyond Petroleum (BP) Tangguh di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, JATAM mendesak pemerintah dan DPR RI menghentikan sementara pembahasan RUU PM. Dan selanjutnya, DPR meminta pemerintah mengajukan RUU PM dengan reorientasi baru dan proses pelibatan publik yang mencukupi. Sementara pemerintah harusnya segera melakukan reorientasi penanaman modal di Indonesia. Penanaman modal ke depan tidak boleh lagi mengancam keselamatan, produktivitas rakyat dan lingkungan serta membahayakan ketahanan negara. (dina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Wong Tani:&lt;br /&gt;Sudah kubilang apa?terbuktikan bahwa negara ini telah digadaikan oleh pemerintahnya sendiri.Mereka adalah hamba para kapitalis,yang semena-mena terhadap rakyatnya.Indonesia adalah surga bagi para konglomerat kapitalis dan neraka bagi rakyat kecil.&lt;br /&gt;Sudahlah kita tumbangkan saja pemerintah ini diganti dengan hukum-hukum Allah,pasti akan tercipta keadilan dan kesejahteraan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116657663561370479?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/news/nas/4587992e.htm' title='RUU Penanaman Modal Dinilai Hanya Untungkan Pemodal Asing'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116657663561370479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116657663561370479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116657663561370479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116657663561370479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/ruu-penanaman-modal-dinilai-hanya.html' title='RUU Penanaman Modal Dinilai Hanya Untungkan Pemodal Asing'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116649683695045851</id><published>2006-12-18T18:48:00.000-08:00</published><updated>2006-12-18T18:53:58.323-08:00</updated><title type='text'>HKTI bantah soal beras.</title><content type='html'>Rabu, 13/12/2006 10:51 WIB&lt;br /&gt;HKTI bantah Mendag soal beras &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (Antara): Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) membantah pernyataan Meteri Perdagangan tentang kenaikan harga beras yang terjadi di sejumlah wilayah belakangan ini disebabkan keterlambatan musim tanam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Harian HKTI Beni Pasaribu menyatakan kenaikan harga beras saat ini lebih dipicu melonjaknya permintaan menjelang hari raya keagamaan maupun tahun baru. "[Kenaikan] ini hal yang wajar terjadi setiap Desember dan menjelang hari raya. Jadi bukan karena mundurnya musim tanam," katanya di Jakarta hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beni menyatakan meskipun produksi di sentra produksi melimpah ataupun musim tanam tepat waktu, tapi harga beras tetap saja akan melonjak ketika menjelang hari raya keagamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, tambahnya, sebelumnya para pedagang banyak yang menimbun beras untuk dikeluarkan pada saat terjadi kenaikan harga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan faktor musim hujan yang terlambat berpengaruh terhadap produksi, sehingga perlu antisipasi supaya stok cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menyatakan adanya penurunan produksi yang signifikan di berbagai daerah juga tidak dapat diingkari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Panen selesai Oktober kemarin. Seharusnya November sudah mulai tanam, tetapi masuk minggu ke dua Desember ini di Karawang [Jawa Barat], misalnya baru kira-kira 20% yang mulai tanam," ujar Winarno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekeringan yang panjang telah mengakibatkan kebutuhan penanaman tidak dapat dipenuhi dengan pengairan irigasi tanpa bantuan curah hujan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taksiran adanya penurunan produksi akibat musim kering yang panjang juga diyakini Winarno mengakibatkan pedagang besar beras menaikkan harga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beni Pasaribu mengharapkan Bulog agar segera melakukan Operasi Pasar untuk mengatasi lonjakan harga beras yang terjadi saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bulog harus segera mengeluarkan stok beras yang dimilikinya di gudang-gudangnya, jangan hanya ditimbun saja," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menduga kenaikan harga beras yang terjadi saat ini sengaja dibesar-besarkan dan dikaitkan dengan keterlambatan musim tanam sebagai alasan untuk mengimpor beras lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, dia juga meminta Bulog agar tidak menjual beras ke pedagang dengan harga yang terlalu tinggi. Apalagi, lembaga tersebut mengimpor beras dengan harga yang rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pantauan harga Departeman Perdagangan, harga beras IR 64 - III di Bandung, Jawa Barat, kemarin rata-rata dijual dengan Rp 5.000 per kilogram, naik dari Rp 4.550 akhir pekan lalu. Padahal, harga normal atau harga rata-rata dalam tiga bulan terakhir di daerah ini adalah Rp 4.134 per kilogram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Semarang, Jawa Tengah, harga beras kualitas yang sama kemarin rata-rata dijual Rp 4.860 per kilogram, naik dari Rp 4.640 akhir pekan lalu. Harga normal di daerah ini diperhitungkan Departemen Perdagangan sebesar Rp 4.373 per kilogram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Yogyakarta, harga beras IR 64-III kemarin rata-rata dijual Rp 4.900 per kilogram, naik dari Rp 4.700 per kilogram pada akhir pekan lalu. Harga normal daerah ini tercatat Rp 4.504 per kilogram," kata Direktur Bina Pasar dan Distribusi Departemen Perdagangan Gunaryo. (ln) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Komentar Wong Tani:&lt;br /&gt;Tuh kan keliatan jika orang-orang yang diats cuma pintar cari kambing hitam,bingung menurunkan harga dan sebagian lagi menganggap wajar kenaikan harga. Masyarakat menjerit pun,mereka gak akan dengar.Banyak yang gak bisa makan nasi,mereka pasti nyantai dan bilang "ya,jika gak kuat beli jangan makan nasi,kan masih ada singkong atau yang lainnya yang bisa dimakan".Oh,kasian sekali nasib rakyat di bawah pemerintahan demokrasi liberal sekarang ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116649683695045851?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.bisnis.co.id/' title='HKTI bantah soal beras.'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116649683695045851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116649683695045851' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116649683695045851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116649683695045851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/hkti-bantah-soal-beras.html' title='HKTI bantah soal beras.'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116649640267014527</id><published>2006-12-18T18:16:00.000-08:00</published><updated>2006-12-18T18:46:44.636-08:00</updated><title type='text'>Kontribusi perikanan masih kecil ke negara.lalu kontribusi negara ke rakyat?</title><content type='html'>Senin, 18/12/2006 15:57 WIB&lt;br /&gt;Presiden: Kontribusi perikanan ke negara kecil &lt;br /&gt;oleh : Diena Lestari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADANG (Bisnis): Industri perikanan saat ini belum berkembang dan masih memberikan kontribusi yang kecil terhadap pendapatan negara, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penerimaannya masih kecil. Sektor perikanan belum menyumbang dan berkontribusi besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Ini perlu perlu ditingkatkan", ujarnya dalam pada puncak peringatan Hari Nusantara ketujuh di Teluk Bungo, Kota Padang, hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden didampingi Mendagri Mohammad Ma?ruf, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menkopolhukkam Widodo AS dan Menhub Hatta Radjasa. Presiden menginginkan jajaran kelautan untuk mengoptimalkan potensi kelautan di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian lain Presiden mengharapkan Depbudpar menggali potensi pariwisata di Tanah Air khususnya wisata bahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia meminta pemerintah daerah melaksanakan pembangunan kelautan di masing-masing wilayah. Presiden juga menanggapi permintaan dari gubernur sumbar mengenai peningkatan pelabutan Teluk Bayur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Presiden, Menhub akan memperpanjang demarga Teluk Bayur yang dananya diambil dari APBN dan PT Pelindo II sebanyak Rp35 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan biarkan kekayaan laut diambil oleh bangsa asing, hasilkan devisa dan berusaha untuk membuka lapangan kerja", ujarnya. (ln) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Komentar Wong Tani:&lt;br /&gt;Aneh,seorang Presiden Kepala Negara berujar "jangan biarkan kekayaan diambil bangsa asing" sedangkan dia adalah pemegang kekuasaan yang sekarang ini gencar-gencarnya mencari investor asing untuk mengeksloitasi kekayaan negeri.Maling teriak maling nih ceritanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116649640267014527?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.bisnis.co.id/' title='Kontribusi perikanan masih kecil ke negara.lalu kontribusi negara ke rakyat?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116649640267014527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116649640267014527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116649640267014527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116649640267014527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/kontribusi-perikanan-masih-kecil-ke.html' title='Kontribusi perikanan masih kecil ke negara.lalu kontribusi negara ke rakyat?'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116649282450805526</id><published>2006-12-18T17:25:00.000-08:00</published><updated>2006-12-18T17:47:04.703-08:00</updated><title type='text'>Wakil Rakyat hanya bisa berkomentar naiknya beras</title><content type='html'>Selasa, 19 Des 2006,&lt;br /&gt;Soal Kenaikan Harga Beras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh A.M. Fatwa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga beras saat ini terus melonjak. Bahkan, di beberapa daerah, harga beras sudah mencapai Rp 6 ribu per kg. Rakyat yang sebagian besar masih hidup di bawah garis kemiskinan sangat resah karena merasakan beban yang semakin berat untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sementara pemerintah, tampaknya, belum menemukan penyebab pokok terjadinya masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, ketersediaan beras terkait dengan pembangunan pertanian. Pertanian pada saat ini diasosiasikan dengan pedesaan dan di pedesaanlah sebagian besar rakyat Indonesia bertempat tinggal dan menjalani kehidupannya. Namun, kondisi masyarakat pedesaan masih banyak yang miskin, termasuk yang melakukan urbanisasi ke kota untuk mencari nafkah karena kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja di desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga beras tidak menguntungkan petani karena mereka tidak banyak yang memiliki uang dan beras yang cukup. Karena itu, mengatasi kekurangan dan kenaikan harga beras tidak bisa hanya dengan jalan pintas yang bersifat tambal sulam dan tidak konseptual komprehensif, misalnya dengan impor beras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, diperlukan politik pertanian atau disebut agricultural policy, yaitu kebijakan pemerintah dalam berbagai bidang yang ada hubungannya dengan pertanian, yang pada dasarnya merupakan kebijakan untuk mempercepat laju pembangunan pertanian. Lingkup politik pertanian sangat luas. Masalah beras hanyalah satu segi dari pertanian, namun sangat penting karena menyangkut kebutuhan makanan pokok rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Saat Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka atau tidak suka, diakui atau tidak, kondisi saat ini sedikit banyak akibat politik Orde Baru yang hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa ditopang faktor fundamental yang kuat. Walaupun dari segi ekonomi tampak berhasil, ternyata rapuh. Terjadilah kesenjangan antara pusat dan daerah, antardaerah, antarpelaku ekonomi, antargolongan pendapatan, dan pemusatan kekuatan ekonomi di tangan sekelompok kecil orang. Sementara pembangunan pertanian kurang mendapat perhatian besar dan nasib petani kurang beruntung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak juga faktor lain yang memengaruhi, antara lain, kurangnya penerapan teknologi, tingkat pengetahuan dan keterampilan petani masih kurang, terbatasnya modal, dan sebagian besar petani hanya memiliki tanah yang tidak begitu luas, serta tersedianya sumber daya air yang terbatas (tadah hujan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pembangunan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat seharusnya tidak hanya dilakukan para petani secara individual atau kelompok, tetapi perlu perhatian yang besar dari pemerintah. Jadi, ada dua komponen penting dalam politik pertanian, yaitu petani dan pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah perlu mengatur serta mengusahakan suasana dan iklim yang kondusif agar pertanian dapat berkembang dan terus-menerus mengalami kemajuan. Tugas itu dilakukan pemerintah dengan politik pertaniannya. Selain itu, semua komponen yang terkait harus bersinergi dalam rangka mencapai kesejahteraan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui, di Indonesia telah dilakukan upaya-upaya untuk mengembangkan pertanian, misalnya, menyediakan bibit unggul, pembangunan irigasi, pemberian subsidi pupuk, pemberian kredit, penyuluhan pertanian, dan sebagainya. Namun, kenyataannya, pertanian masih tertinggal dan sering terjadi kekurangan beras atau kenaikan harga beras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh seperti itu menunjukkan ada yang perlu dievaluasi, dipantau secara ketat, dan direvisi untuk mencapai yang lebih baik. Demikian juga kebijakan stok dan harga pangan oleh Bulog dengan maksud mempertahankan harga minimum beras dan menjaga kestabilan harga agar tidak melampaui tingkat maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik Pertanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gambaran singkat tersebut diketahui bahwa keberhasilan pembangunan pertanian memerlukan berbagai macam instrumen kebijakan yang disebut politik pertanian, yang harus selalu dipantau kelemahan dan kelebihannya. Sementara itu, pemerintah harus mempunyai visi yang jelas untuk menjadikan Indonesia tempat hasil-hasil pertanian yang berkualitas yang kompetitif, dan khusus di bidang beras harus mampu berswasembada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bisa ditempuh dalam politik pertanian, antara lain, peningkatan produksi dengan pembangunan irigasi, penambahan subsidi pupuk, memperluas penyediaan kredit, pendidikan, penyuluhan, dan supervisi pertanian yang maju, serta memperbanyak penyediaan bibit unggul dan konservasi tanah untuk pertanian melalui reboisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pemerataan pembangunan pertanian, antara lain, dapat ditempuh melalui pemerataan penyediaan fasilitas dan sarana produksi, program transmigrasi terpadu, dan pembukaan tanah baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stabilisasi harga pangan dapat dilakukan dengan kebijakan stok yang didasarkan pada data yang akurat dan mutakhir serta dipantau secara berlanjut. Penghematan tenaga kerja bisa dilakukan dengan alat-alat mekanisasi pertanian yang dapat terjangkau petani. Selanjutnya, perlu penggunaan varietas yang mempunyai produktivitas tinggi, dan masih banyak lagi cara yang dapat ditempuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting lagi ialah perlunya terobosan-terobosan teknologi terapan di bidang pertanian. Politik pertanian tersebut akan ditentukan keberhasilannya apabila pemerintah memiliki kemauan politik untuk merealisasikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dievaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah beras akan terkait dengan pertanian. Pertanian boleh dikatakan sangat erat dengan kehidupan pedesaan yang pada saat ini masyarakatnya belum beruntung untuk menikmati hasil pembangunan. Padahal, mereka merupakan bagian terbesar rakyat Indonesia. Akibatnya, banyak yang mengadu nasib ke kota yang juga akan menambah jumlah kemiskinan di kota. Sementara bidang pertanian dianggap kurang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasinya, perlu adanya perhatian besar pemerintah dengan mengeluarkan politik pertanian yang tepat, terpantau, dievaluasi, dan dikembangkan secara berlanjut dengan selalu bekerja sama dari semua yang terkait. Penemuan teknologi baru dengan disertai riset perlu didorong agar politik pertanian lebih efisien dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini Indonesia menjadi sasaran ekspor hasil pertanian seperti buah-buahan, tanaman hias, dan sebagainya dari negara tetangga yang sudah maju dalam pertanian. Ke depan, Indonesia harus menjadi pengekspor karena potensi untuk itu ada. Tinggal bagaimana menggali dan memanfaatkan potensi tersebut. * &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.M. Fatwa, wakil ketua MPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Wong Tani:&lt;br /&gt;Ini bukan hanya warisan ored baru pak tetapi sistem kapitalis sekuler yang dibingkai dalam demokrasilah yang menyebabkan ini semua. Dan bapaklah juga yang memperjuangkan itu. Rakyat butuh keadilan bukan kambing hitam.Islam satu-satunya pemberi keadilan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116649282450805526?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=262158' title='Wakil Rakyat hanya bisa berkomentar naiknya beras'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116649282450805526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116649282450805526' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116649282450805526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116649282450805526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/wakil-rakyat-hanya-bisa-berkomentar.html' title='Wakil Rakyat hanya bisa berkomentar naiknya beras'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116649148767903853</id><published>2006-12-18T17:15:00.000-08:00</published><updated>2006-12-18T17:24:48.640-08:00</updated><title type='text'>Pemerintah,rakyatmu menderita!</title><content type='html'>Beras Pun Menjadi Barang Mewah &lt;br /&gt;Senin, 18 Desember 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak beradik Sudri (10 tahun) dan Sinta (8 tahun), warga Tapen, Desa Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, terpaksa berjualan abu gosok untuk bisa membeli beras. ''Kami sudah empat hari ini belum makan nasi karena kakek tak mampu membeli beras, apalagi kakek kami usianya sudah lanjut,'' kata Sudri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kedua orang tuanya meninggal dua tahun lalu, Sudri dan Sinta tinggal bersama kakek mereka bernama Ruminta (70 tahun). Namun, akhir-akhir ini sang kakek sering sakit, sehingga tak mampu lagi bekerja di sawah maupun ladang. Penghasilan sang kakek pun terhenti. Tak ada lagi yang bisa mereka gunakan untuk membeli beras yang kini harganya mencapai Rp 5.200 per kilogram itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada pilihan buat keduanya selain harus membanting tulang untuk bisa memenuhi kebutuhan pokok: Makan nasi. Dengan abu gosok, keduanya mampu memperoleh pendapatan rata-rata Rp 12 ribu per hari dan bisa dipakai untuk membeli dua liter beras, plus sedikit lauk. Dalam kondisi sulit seperti itu, kenaikan harga beras tentu menjadi tekanan yang sangat memberatkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudri dan Sinta menjadi cermin yang sangat bening untuk melihat secara langsung dampak yang harus dipikul kelompok masyarakat di lapis bawah akibat kenaikan harga beras yang terjadi akhir-akhir ini. Tak hanya harus menahan lapar, mereka pun kehilangan kesempatan untuk bersekolah karena waktu harus digunakan untuk berjualan abu gosok. Untuk berjualan abu gosok, mereka biasanya berangkat dari rumah sekitar pukul 04.00 WIB dan menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer menuju Rangkasbitung, Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudri dan Sinta tak sendirian. Di kampung mereka, banyak keluarga yang bernasib serupa. Bahkan dampak kenaikan harga beras ini tak cuma menyusahkan warga lapis bawah di Banten. Di Ternate, Maluku Utara, lonjakan harga beras membuat warga terpaksa mengurangi konsumsi jenis makanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga Ternate, Dian, mengaku untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia membutuhkan 3 kg beras setiap hari. Dengan semakin tingginya harga beras saat ini, dia terpaksa mengurangi jatahnya menjadi 2 kg per hari. Jika harus memaksakan membeli 3 kg beras per hari, dia tak akan mampu membeli lauk pauk. ''Harga beras di pasaran Ternate saat ini terus naik. Kami sepertinya tak sanggup lagi membelinya,'' ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambatan harga beras yang semakin mantap juga menyiksa warga yang tinggal di Desa Suranenggala, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. ''Kami terpaksa makan nasi aking karena tak mampu lagi membeli beras,'' kata wanita yang bernama Cadini (40 tahun), warga desa tersebut. Nasi aking adalah nasi daur ulang yang terbuat dari sisa yang kemudian dijemur sampai kering. Setelah itu, ditanak lagi agar kembali menjadi seperti nasi. Dalam kondisi normal, nasi seperti ini biasanya digunakan untuk makanan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang biasanya bekerja sebagai buruh tani itu menuturkan, harga nasi aking hanya Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per kg. Sedangkan harga beras, telah mencapai Rp 5.000 per kg. Sejak sawah milik majikannya mengalami gagal panen akibat kekeringan Agustus 2006 silam, maka praktis tak ada lagi sumber penghasilan yang bisa digunakannya untuk membeli beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Cadini, penghasilan suaminya yang bekerja sebagai tukang becak, paling banyak Rp 10 ribu per hari. Dengan Rp 10 ribu per hari, sangatlah sulit bagi keluarga ini untuk bisa membeli beras setiap hari. Ditambah lagi, selain beras, keluarga ini harus memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Daripada kelaparan, nasi aking yang dijual pedagang keliling pun menjadi pilihannya. Cadini mengungkapkan bahwa setiap hari keluarganya menghabiskan sekitar 1,5 kg nasi aking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Cadini, hal serupa juga menimpa Danisa, (50 tahun) warga Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan. ''Saya tahu makanan itu tidak bergizi, terutama untuk anak-anak. Tapi saya tidak punya pilihan lain karena tidak memiliki cukup uang,'' ungkap Danisa, yang mengaku memiliki dua anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua RT 03/05 Desa Suranenggala, Tarsa (45), mengungkapkan, dari 90 KK yang ada di RT 03/05, seperempat di antaranya terpaksa makan nasi aking. Menurut Tarsa, kondisi tersebut disebabkan penghasilan warganya yang tak bisa lagi mengimbangi perkembangan harga beras saat ini. Hal ini terutama didorong oleh terjadinya kekeringan yang cukup panjang di tahun ini. Sebagian mereka pun gagal panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjadi potret kemiskinan, beredarnya nasi aking ini juga menjadi petunjuk terpeliharanya kesenjangan ekonomi. Di satu sisi ada kelompok masyarakat kelebihan memasak nasi sehingga tidak semuanya termakan. Nasi sisa itu kemudian dibuat nasi aking. Bersamaan dengan itu, di sisi lain terdapat warga yang tak mampu membeli beras, sehingga terpaksa makan nasi daur ulang tersebut. Ironis bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Wong Tani:&lt;br /&gt;Umar bin Khattab Khalifah atau Amirul Mukminin setelah Abu Bakar,pernah melihat seorang ibu yang menanak batu untuk menenangkan anak-anaknya yang kelaparan. Umar pun menangis sedih dan merasa berdosa takut akan azab allah terhadap kepemimpinannya sehingga ia panggul sendiri gandum dan makanan yang lain pada malam itu juga untuk deberikan kepda ibu dan anak-anaknya.Itulah gambaran sedikit tentang Pemerintahan Islam atu yang disebut Khilafah Islamiyah.Para pemimpinnya bersikap adil dalam melayani rakyatnya dengan ketaqwaan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pemimpin sekarang ini?masih layakkah kita percayai?demokrasi sudah banyak memakan korban,hentikan sekarang juga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116649148767903853?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=275985&amp;kat_id=3' title='Pemerintah,rakyatmu menderita!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116649148767903853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116649148767903853' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116649148767903853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116649148767903853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/pemerintahrakyatmu-menderita.html' title='Pemerintah,rakyatmu menderita!'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116641876694717358</id><published>2006-12-17T21:03:00.000-08:00</published><updated>2006-12-17T21:12:47.066-08:00</updated><title type='text'>Impor Beras Dapat Dilakukan Untuk Menekan Kenaikan Harga</title><content type='html'>Menurut Ketua Komisi VI DPRRI, Didik J. Rachbini, Kebijakan impor beras dapat saja dilakukan untuk menambah pasokan sehingga dapat menekan kenaikan harga beras yang terus melambung tingg. Meski demikian tidak dibenar jika impor dilakukan untuk mengambil keuntungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Impor untuk policy tidak apa-apa, tapi kalau impor untuk keuntungan ekonomi itu jadi soal, impor untuk suplay menjadi salah satu instrumen kebijakan," katanya dalam jumpa pers di gedung DPRRI, Kamis (14/12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Badan Urusan Logistik (Bulog) perlu memainkan fungsinya secara baik, terutama didaerah yang saat ini sedang mengalami kenaikan beras. Langkah itu dapat dilakukan dengan cara menggelar operasi pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Didik menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat, terhadap upaya-upaya yang diambil oleh pemerintah dalam mengatasi kenaikan harga beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak mau berandai-andai mencari penyebab kenaikan harga beras tersebut, dirinya memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk mengambil langkah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya belum punya opsi apa-apa, perkenankan dulu pemerintah bekerja," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian Didik menyatakan, kemungkinan kenaikan harga itu bisa saja disebabkan oleh beberapa hal, antara lain distribusi yang tidak lancar, dan adanya kemungkinan penimbunan sehingga stok berkurang.(novel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Wong Tani:&lt;br /&gt;Bukti nyata bahwa ketika urusan rakyat diatur dengan aturan kapitalis liberal maka banyak kepentingan rakyat yang terkalahkan oleh kepentingan segelintir orang. Impor beras haruslah menjadi pememnuhan untuk makan masyarakat tetapi di negeri ini menjadi bisnis tersendiri yang menggiurkan. Harga beras di luar negeri begitu murah sehingga bisa meraup keuntungan yang sangat besar bagi para pelaku impor beras (pengusaha beras).&lt;br /&gt;Pemerintah,sudah saatnya merubah pola kepemimpinannya dengan memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Sebab utama mahalnya harga beras adalah sitem liberal memungkinkan orang untuk menimbun demi keuntungan yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;Distribusi pengadaan dan distribusi penyaluran seharusnya dipegang langsung oleh pemerintah selaku lembaga yang dipercaya rakyat untuk mengurusi kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;Masihkah kita percaya pada Tim Ekonomi pemerintah yang terus-terusan menyengsarakan rakyat dan menyejahterakan pengusaha rekanannya???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116641876694717358?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/news/nas/458114b1.htm' title='Impor Beras Dapat Dilakukan Untuk Menekan Kenaikan Harga'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116641876694717358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116641876694717358' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116641876694717358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116641876694717358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/impor-beras-dapat-dilakukan-untuk_17.html' title='Impor Beras Dapat Dilakukan Untuk Menekan Kenaikan Harga'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116641816899354505</id><published>2006-12-17T20:44:00.000-08:00</published><updated>2006-12-17T21:02:49.393-08:00</updated><title type='text'>Impor Beras Dapat Dilakukan Untuk Menekan Kenaikan Harga</title><content type='html'>Menurut Ketua Komisi VI DPRRI, Didik J. Rachbini, Kebijakan impor beras dapat saja dilakukan untuk menambah pasokan sehingga dapat menekan kenaikan harga beras yang terus melambung tingg. Meski demikian tidak dibenar jika impor dilakukan untuk mengambil keuntungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Impor untuk policy tidak apa-apa, tapi kalau impor untuk keuntungan ekonomi itu jadi soal, impor untuk suplay menjadi salah satu instrumen kebijakan," katanya dalam jumpa pers di gedung DPRRI, Kamis (14/12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Badan Urusan Logistik (Bulog) perlu memainkan fungsinya secara baik, terutama didaerah yang saat ini sedang mengalami kenaikan beras. Langkah itu dapat dilakukan dengan cara menggelar operasi pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Didik menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat, terhadap upaya-upaya yang diambil oleh pemerintah dalam mengatasi kenaikan harga beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak mau berandai-andai mencari penyebab kenaikan harga beras tersebut, dirinya memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk mengambil langkah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya belum punya opsi apa-apa, perkenankan dulu pemerintah bekerja," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian Didik menyatakan, kemungkinan kenaikan harga itu bisa saja disebabkan oleh beberapa hal, antara lain distribusi yang tidak lancar, dan adanya kemungkinan penimbunan sehingga stok berkurang.(novel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Wong Tani:&lt;br /&gt;Bukti nyata bahwa ketika urusan rakyat diatur dengan aturan kapitalis liberal maka banyak kepentingan rakyat yang terkalahkan oleh kepentingan segelintir orang. Impor beras haruslah menjadi pememnuhan untuk makan masyarakat tetapi di negeri ini menjadi bisnis tersendiri yang menggiurkan. Harga beras di luar negeri begitu murah sehingga bisa meraup keuntungan yang sangat besar bagi para pelaku impor beras (pengusaha beras).&lt;br /&gt;Pemerintah,sudah saatnya merubah pola kepemimpinannya dengan memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Sebab utama mahalnya harga beras adalah sitem liberal memungkinkan orang untuk menimbun demi keuntungan yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;Distribusi pengadaan dan distribusi penyaluran seharusnya dipegang langsung oleh pemerintah selaku lembaga yang dipercaya rakyat untuk mengurusi kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;Masihkah kita percaya pada Tim Ekonomi pemerintah yang terus-terusan menyengsarakan rakyat dan menyejahterakan pengusaha rekanannya???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116641816899354505?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/news/nas/458114b1.htm' title='Impor Beras Dapat Dilakukan Untuk Menekan Kenaikan Harga'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116641816899354505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116641816899354505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116641816899354505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116641816899354505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/impor-beras-dapat-dilakukan-untuk.html' title='Impor Beras Dapat Dilakukan Untuk Menekan Kenaikan Harga'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116641873889293357</id><published>2006-12-17T20:26:00.000-08:00</published><updated>2006-12-17T21:12:19.056-08:00</updated><title type='text'>Angka Pengangguran dan Kemiskinan Kembali Meningkat, DPR Berhak Ajukan Interpelasi</title><content type='html'>Peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan, merupakan bukti belum efektifnya kinerja pemerintah, karena itu DPR berhak mengeluarkan hak interpelasi (bertanya) untuk mengetahui penjelasan pemerintah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua DPRRI Muhaimin Iskandar mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers "Evaluasi Perspektif Perkembangan Ekonomi 2006", di Gedung DPRRI, Jakarta, Kamis (14/12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hak DPR untuk mengatasi stagnansi kinerja pemerintah, memberikan masukan melalui rapat kerja dan rapat dengar pendapat, meski sudah cukup keras, namun itu belum cukup efektif, sangat mungkin kita melakukan interpelasi seperti kasus busung lapar yang belum lama terjadi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan grafik angka kemiskinan tahun 2006, jumlah kemiskinan meningkat menjadi 39,5 persen angka itu lebih tinggi dari tahun 2004 yang hanya 36,1 persen, dan tahun 2005 35,1 persen. Sedangkan untuk grafik pengangguran meningkat pada tahun 2006 menjadi 11 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pengangguran dan kemiskinan sebagai dampak dari birokrasi pemerintah yang belum berjalan dengan baik, menyebabkan investasi menurun sehingga berdampak secara langsung pada penyerapan tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Muhaimin menegaskan, pemerintahan SBY-JK sebagai penerus bergulirnya proses reformasi, seharusnya mampu menerapkannya pada semua sektor termasuk ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu apa yang ada dibalik ini semua, apa main power yang tidak bagus atau leadership-nya, itu semua harus dipertanyakan, DPR layak menggugat," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, sebagai pemegang instrumen anggaran, diharapkan panitia anggaran DPR dapat saling bekerja sama dengan baik, dan lebih selektif dalam mengalokasikan dengan meminta bukti pada pemerintah tentang kemajuan yang sudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang sama, Ketua Komisi VI DPRRI Didik J. Rachbini menjelaskan, pada tahun 2005 lalu DPRRI mengalokasikan dana untuk pembangunan langsung sebesar 90,2 trilyun, tetapi hanya direalisasikan oleh pemerintah sebesar 62,7 trilyun rupiah saja. Hal itu juga terjadi pada tahun ini, di mana DPRRI mengalokasikan belanja modal sebesar 107,3 trilyun, tetapi hanya diimplementasikan 34,4 trilyun rupiah sampai dengan bulan September 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Birokrasi tidak bekerja efektif. Sudah ada duitnya, ada proyeknya, ada jalan untuk mengembangkan sektor riil, tapi tidak realisasikan," imbuhnya. (novel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Wong Tani:&lt;br /&gt;Penyebab kemiskinan antara lain:&lt;br /&gt;1. Sistem kapitalis yang diterapkan pemerintah&lt;br /&gt;2. Birokrasi yang rumit dan bemasalah&lt;br /&gt;3. kebebasan kepemilikan sebagai bagian dari sistem kapitalis&lt;br /&gt;4. Roda perekonomian dijalankan dengan ribawi&lt;br /&gt;5. Pemerintah bermental korup dan tidak peduli pada nasib rakyat hanya menggadaikan kekayaan negeri kepada para investor.&lt;br /&gt;Solusi:&lt;br /&gt;1. Rubah sistem kapitalis buatan manusia kepada aturan Allah yaitu syariat islam&lt;br /&gt;2. Bentuk birokrasi pemerintahan yang amanah yang takut kepada Allah dengan menerapkan segala aturan Allah dan menjadi pelayan publik.&lt;br /&gt;3. Atur kepemilikan sesuai syariat yaitu:kepemilikan negara,kepemilika umum dan kepemilikan individu. Yang kepemilkan umum tidak boleh di privatisasi.&lt;br /&gt;4. Haramkan ribawi beralih ke sistem keuangan syariah&lt;br /&gt;5. Tindak pelaku korup seberat mungkin sehingga menjadi jera bagi yang lain, beri jaminan hidup yang layak bagi seluruh rakyat termasuk pelayan rakyatnya dengan gaji yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi sekarang juga!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116641873889293357?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/news/nas/45810d95.htm' title='Angka Pengangguran dan Kemiskinan Kembali Meningkat, DPR Berhak Ajukan Interpelasi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116641873889293357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116641873889293357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116641873889293357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116641873889293357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/angka-pengangguran-dan-kemiskinan.html' title='Angka Pengangguran dan Kemiskinan Kembali Meningkat, DPR Berhak Ajukan Interpelasi'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116608316655772712</id><published>2006-12-13T23:33:00.000-08:00</published><updated>2006-12-13T23:59:29.166-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Beras?</title><content type='html'>Guru Besar Fakultas pertanian Iniversitas lampung Bustanul arifin berpendapat, persoalan mendasar dalam manajemen stok pemerintah adalah tidak adanya kejelasan penenggungjawab atas pengadaan beras dan bagaimana pengadaan dilaksanakan. Bulog pun dipertanyakan fungsinya terhadap perberasan.&lt;br /&gt;Inpres Nomor 13 tahun 2005 tentang kebijakan perberasan sebenarnya hanya rinci mengatur tentang harga pembelian pemerintah.&lt;br /&gt;Harga beras yang naik 30 persen pekan ini merupakan akumulasi kenaikan 100 persen selama lima tahun terakhir.&lt;br /&gt;Pemerintah dan dan politisi Indonesia berpola pikir subsisten. Mereka berpolitik dan memerintah negeri secara tradisional untuk kepentingan "keluarga sendiri". Ketika Megawati menjadi presiden, para politisi Golkar paling sering berkomentar tentang "kebijakan perberasan nasional". Belakangan, politisi PDI-P lebih gencar menetang impor beras. Itulah politik subsisten.&lt;br /&gt;Manajemen beras memang tidak terlepas dari sistem pemerintahan yang ada. Antar departemen saling terkait,kebijkan ekonomi dan politik paling berpengaruh sehingga menimbulkan efek domina, dan yang jadi korban siapa lgi jika bukan rakyat mayoritas.&lt;br /&gt;Perekonomian yang dijalankan secra kapitalis liberal membuka kran perdagangan bebas semua dibebaskan untuk menjadi yang terkuat. Naiknya harga minyak menyebabkan naiknya pula harga di dalam negeri walaupun itu lebih bersifat politis bukan pelayanan publik. Menyebabkan naiknya saprodi pertanian yang sangat berkenaan dengan bahan bakar seprti produk pupuk.&lt;br /&gt;Penguasa dan pengusaha memang menjadikan semua kebijakan berdasarakan untung-rugi bukan memberikan hak dan kewajiban yang selyaknya diterima oleh rakyat yang mempercayai pemerintah untuk mengatur urusan rakyat malah pemerintah seperti makelar yang menjual segala urusan rakyat kepada pengusaha untuk dieksploitasi, tercatat tambang,perkebunan,hutan,laut dieksploitasi habis-habisan oleh pengusaha,pemerintah cuci tangan dengan meminta pajak yg tidak seberapa besar jumlahnya.&lt;br /&gt;Mengapa itu juga terjadi di perberasan?makanan pokok penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;Liberalisasi yang dikembangkan pemerintah mengarah kepada monopoli usaha dan kekuatan jaringan dengan kekuasaan dan uang. Siapa sih yang tidak butuh beras?berapa pun harganya masyarakat berupaya untuk membelinya. Oleh karena itu, hal ini akan mudah dipermainkan harganya oleh para spekulan dan pengusaha beras kelas kakap dengan mengatur distribusi dan penimbunan beras sehingga harga merangkak naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pemerintah kalian adalah yang diberi amanah untuk mengatur urusan rakyat maka uruslah kepentingan rajyat dengan turun langsung menangani perberasan,janga diberikan ke swasta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116608316655772712?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116608316655772712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116608316655772712' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116608316655772712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116608316655772712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/manajemen-beras.html' title='Manajemen Beras?'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116607238399654698</id><published>2006-12-13T20:32:00.000-08:00</published><updated>2006-12-13T20:59:44.386-08:00</updated><title type='text'>Kebijakan Perberasan yang Membingungkan</title><content type='html'>Surat kabar Harian terbit pada tnggal 7 Desember memberitakan tentang perubahan wewenang dan kebijakan tentang perberasan. sebelumnya keputusan HPP (harga pembelian pemerintah) ditentukan oleh Dewan Ketahanan Pangan,sekarang diambil alih oleh kantor menko Perekonomian. kemungkinan besar kebijakan ini akan menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) beras dan gabah di 2007.Bayu krisnamurti, Deputi Menko perekonomian Bidang Pertanian dan kelautan menyatakan bahwa kebijakan ini akan berpihak pada petani. Bersama Departemen pertanian,Departemen Perdagangan dan departemen Perindustrian mereka mencoba merumuskan tentang kebijakan HPP. Mereka akan mengatur tentang pembelian gabah yang dilakukan Bulog untuk cadangan beras pemerintah.&lt;br /&gt;Permasalah utama kita adalah bukan masalah petania atau HPP tetapi distribusu dan pelayanan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Coba kita runut sekarang berbagai pertanyaan yang harus dijawab. Mengapa petani rugi?karena biaya produksi lebih tinggi daripada harga jual?,mengapa biaya produksi tinggi?karena saprodi mahal.mengapa harga jual rendah?karena mengikuti harga pasar yang ditentukan oleh pelaku pasar.&lt;br /&gt;Liberalisasi perberasan itulah masalah utamanya.Pemerintah memberikan keleluasaan yang sebebas-bebasnya bagi pengusah swasta untuk berbisnis dalam maslah kebutuhan pokok manusia,sehingga permainan harga mudah dilakukan hanya untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya itulah prinsip dagang.&lt;br /&gt;Ketika pemeintah menjamin harga HPP naik,bisa jadi petani untung terus bagaimana dengan konsumen yang rata-rata adalah masyarakat miskin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang menjadi masalah utama adalah bagaimana masyarakat seluruh indonesia ini mendapat kebutuhan hidupnya dengan mudah dan semurah-murahnya,kebijakan itulah yang ditunggu semua masyarakat.&lt;br /&gt;Khusunya bidang pertanian maka pemerintah harus menjamin kemudahan petani dalam mendapatkan saprodi dengan harga murah (tangani sendiri jangan berikan ke swasta),kepastian penjualan dan memang seharusnya pemerintahlah yang bertanggungjawab untuk mendistribusikan pangan ke setiap mulut atu jiwa penduduknya,bukan hanya bisa menghitung jumlah penduduk dan kebutuhannya tetapi tidak menjamin apakh setiap yang bernyawa itu sudah makan atau belum.&lt;br /&gt;itulah fungsi pemerintah bukan hanya memeras dengan pajak yang menjerat masyarakat.&lt;br /&gt;apakah kita masih layak kepada pemerintah atau kita bersama-sama untuk merubah kondisi ini dengan aturan yang benar,bukan aturan kapitalis liberal yang menyengsarakan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi,siapa berani?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116607238399654698?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116607238399654698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116607238399654698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116607238399654698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116607238399654698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/kebijakan-perberasan-yang.html' title='Kebijakan Perberasan yang Membingungkan'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116606216405533433</id><published>2006-12-13T18:02:00.000-08:00</published><updated>2006-12-13T18:09:24.426-08:00</updated><title type='text'>20007 dibutuhkan penyuluh bantu 6000 orang</title><content type='html'>Departemen Pertanian kebanjiran surat lamaran dari seluruh pelosok nusantara yang ingin menjadi penyuluh bantu. Dibutuhkan 4000 lulusan sma pertanian, 1000 orang lulusan D3 pertanian dan 1000 orang S1 Pertanian. Pemerintah merekrut penyuluh bantu selama 10 bulan dan bisa diperpanjang jika memang masih dibutuhkan. Sistem ini tidak menjamin siapapun untuk menjadi PNS nantinya.&lt;br /&gt;Dari sekian pelamar bukan hanya yang masih mengenggur tetapi yang sudah bekerja di swasta pun masih banyak yang ikut.&lt;br /&gt;Inilah potret pertanian kita,ternyata PNS atau honorer di bidang pemerintahan masih banyak yang mengharapkan,karena opini yang ada bahwa PNS sudah nyaman dan mapan.&lt;br /&gt;Penyuluh bantu akan diseleksi mulai desember ini dan akan diumumkan melalui internet di www.deptan.go.id,mulai seleksi administrasi hingga tes tulis dan wawancara. Ditargetkan maret mereka sudah bisa bekerja di lapang tempat mereka ditempatkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116606216405533433?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116606216405533433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116606216405533433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116606216405533433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116606216405533433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/12/20007-dibutuhkan-penyuluh-bantu-6000.html' title='20007 dibutuhkan penyuluh bantu 6000 orang'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116427266509921897</id><published>2006-11-23T00:55:00.000-08:00</published><updated>2006-11-23T01:04:25.320-08:00</updated><title type='text'>HKTI minta tidka dinaikkan pupuk</title><content type='html'>Rabu, 22/11/2006 14:42 WIB&lt;br /&gt;HKTI minta pemerintah tak naikkan harga pupuk&lt;br /&gt;oleh : Gajah Kusumo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (Bisnis): Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Sutrisno Iwantono meminta pemerintah untuk tidak menaikkan harga pupuk meski dapat menyebabkan pembengkakan subsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subsidi pupuk mestinya tetap menjadi prioritas pemerintah karena kenaikan harga eceran tertinggi [HET] dapat mengganggu ketahanan pangan maupun kesejahteraan petani," tegasnya kepada Bisnis, hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutrisno, yang juga Chairman Advocacy Centre for Indonesian Farmers, menilai pemerintah memiliki kewajiban untuk tetap memberikan subsidi pupuk. Namun, sambungnya, subsidi semestinya langsung diberikan kepada petani dan bukannya diberikan dalam bentuk gas, seperti yang selama ini berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsidi langsung, katanya, dapat diberikan kepada petani melalui perbedaan pembelian harga pupuk (yang lebih murah) oleh para petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, menurutnya, pemerintah perlu melakukan prognosa terhadap luas tanam dan kebutuhan pupuk. Hal itu untuk meminimalisir penggunaan pupuk secara berlebihan, yang selama ini disinyalir pemerintah seringkali dilakukan para petani. Penjualan pupuk bersubsidi tersebut nantinya dapat dilakukan oleh koperasi unit desa (KUD) maupun koperasi pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harus ada skim kredit khusus bagi organisasi-organisasi petani supaya dapat hidup dan bekerja kembali untuk menyalurkan pupuk bersubsidi," tegasnya. (dj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116427266509921897?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.bisnis.co.id' title='HKTI minta tidka dinaikkan pupuk'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116427266509921897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116427266509921897' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116427266509921897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116427266509921897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/11/hkti-minta-tidka-dinaikkan-pupuk.html' title='HKTI minta tidka dinaikkan pupuk'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116427172439077725</id><published>2006-11-23T00:42:00.000-08:00</published><updated>2006-11-23T00:48:44.556-08:00</updated><title type='text'>Pedagang pupuk eceran</title><content type='html'>Pedagang Pupuk Eceran Mulai Dibatasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Wartawan Kompas Madina Nusrat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAGELANG, KOMPAS - Sejumlah pedagang pupuk eceran sekitar lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (22/11), mengaku mulai dibatasi oleh distributor untuk pembelian pupuk urea bersubsidi yang diproduksi Pupuk Sriwijaya. Meski demikian, harga jual per zak seberat 50 kilogram masih mengikuti harga pupuk urea bersubsidi yang ditentukan pemerintah, seharga Rp 60.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga pembatasan itu menyusul rencana kenaikan harga pupuk urea bersubsidi pada Januari tahun depan, dari Rp 1.200 per kg menjadi Rp 1.800 per kg. Seperti dialami Budi, pedagang pupuk eceran di Pasar Tumpang, Kecamatan Sawangan, selama dua bulan terakhir ini hanya memperoleh jatah pasokan pupuk urea dari suatu distributor Pupuk Sriwijaya di Kecamatan Secang, sebanyak 6 ton dari yang biasanya mencapai 12 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelumnya, bisa memperoleh pasokan sampai dua kali seminggu. Setiap kali dikirim, kami memperoleh jatah 6 ton. Sehingga dalam seminggu, kami bisa memperoleh jatah pupuk hingga 12 ton. Tapi entah kenapa, bulan ini distributor membatasi jatah untuk kami,” keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryati, pemilik kios Putra Tani, di Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, juga mengakui sebulan belakangan ini tak lagi diperbolehkan membeli pupuk urea oleh salah satu distributor Pupuk Sriwijaya di Pasar Muntilan. “Katanya, sekarang ini, pupuk hanya boleh dijual kepada petani, bukan untuk pedagang pupuk eceran,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, Maryati kemudian mencari distributor lain yang bersedia menjual pupuk urea kepada pedagang. “Sekarang saya memperoleh pasokan pupuk urea dari Blabak. Tapi jumlahnya tak terlalu besar, karena saya pun menjual dalam ukuran eceran kecil,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pembelian pupuk urea itu dibatasi, kedua pedagang pupuk eceran itu mengaku belum terjadi kenaikan harga. Harga jual pupuk urea masih stabil dan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah sebagai pupuk urea bersubsidi, Rp 60.000 per zak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, mereka mencurigai, meski belum terjadi kenaikan harga, tapi pembatasan pembelian pupuk itu memberikan indikasi adanya upaya dari para distributor menumpuk pupuk urea. Hal ini menyusul rencana kenaikan harga pupuk urea bersubsidi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116427172439077725?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kompas.com' title='Pedagang pupuk eceran'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116427172439077725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116427172439077725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116427172439077725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116427172439077725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/11/pedagang-pupuk-eceran.html' title='Pedagang pupuk eceran'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116426954914741608</id><published>2006-11-22T23:53:00.000-08:00</published><updated>2006-11-23T00:12:29.283-08:00</updated><title type='text'>Ladang Minyak ditemukan lagi,kaya ya Indonesia?</title><content type='html'>Ladang Minyak Ditemukan di Jonggol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIBINONG, WARTA KOTA- Warga Bogor gempar dengan ditemukannya ladang minyak bumi yang terletak di Kampung Malimping, Dasa Balaikambang, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Kepala Bagian Tata Usaha dan Perizinan di Dinas Pertambangan (Distam) Kabupaten Bogor Mamat Karyana ketika dikonfirmasi dengan tegas membenarkan kabar baik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul temuan  cadangan minyak bumi di  lahan seluas kurang lebih 15 hektar di Kampung Malimping itu, maka saat ini sedang dilakukan upaya pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan pihak terkait  untuk keperluan eksplorasi tambang minyak bumi nantinya. "Kami taksir di daerah tersebut memiliki cadangan minyak bumi mencapai 300 juta barel. Itu artinya eksplorasi minyak bumi di tempat itu bisa mencapai 70 tahun," kata Mamat di kantornya, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (22/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menceritakan bahwa informasi itu diperoleh setelah pihaknya melakukan penelitian secara intensif melalui metode seismic atau penelitian dengan memanfaatkan getaran gelombang radio detector, dengan melihat jenis batuan dan peta geologi yang dilakukan PT Ranhil Corporation, perusahaan konsorsium dari Malaysia dan PT Bumi Parahiyangan dari Indonesia. "Temuan cadangan  minyak bumi di kawasan Jonggol itu merupakan yang pertama dan mungkin hanya satu-satunya di Kabupaten Bogor," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas pertambangan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor  melakukan rapat koordinasi untuk membahas beberapa agenda  seperti pembebasan lahan dan pemberian izin lokasi tambang. "Kami sudah sampaikan ini semua dalam rapat. Bahkan pemkab sendiri dalam rapat beberapa hari lalu langsung memerintahkan kami dalam hal ini Bidang Listrik dan Pengembangan Energi Distam Kabupaten Bogor untuk segera menangani masalah tersebut," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Mamat mengakui, dalam urusan eksplorasi tambang minyak ini nantinya pihaknya tidak akan dilibatkan terlalu jauh. Pasalnya, tambang minyak bumi merupakan golongan pertambangan A, yakni jenis pertambangan yang ditangani langsung oleh pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamat mengungkapkan berdasarkan informasi yang diperolehnya bahwa Departemen ESDM pada tahun 2007  akan melakukan eksplorasi di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada dikatakan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag.Tapem) Pemkab. Bogor Burhanudin "Pada prinsipnya Pemkab.Bogor saat ini sudah memberikan izin untuk pembebasan lahan tambang seluas 15 hektar di kawasan Jonggol tersebut," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemkab Bogor intinya hanya berharap, yang ditemukan oleh PT Bumi Parahyangan dan PT Ranhil Corporation itu bisa menjadi kenyataan. Sehingga dengan tambang minyak bumi di kawasan Jonggol itu nantinya bisa meningkatkan PAD Kab.Bogor yang saat ini hanya Rp254 miliar per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Angota Komisi C DPRD Kab Bogor Darwin Sargih yang kebetulan berasal dari daerah pilihan (Dapil) Kecamatan Jonggol mengatakan, dengan telah ditemukannya sumber cadangan minyak bumi sebesar 300 juta barel di kawasan Jonggol itu, jelas sebuah kabar baik bukan hanya bagi warga Bogor melainkan juga bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ladang minyak itu telah dilakukan eksplorasi, tentunya akan menjadi pundi-pundi  uang yang sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Apalagi jelas sesuai laporan yang saya terima, kandungan minyak bumi di tempat itu mencapai lebih dari 300 juta barel, itu sunguh luar biasa yang artinya keuntungan yang akan dicapai pemerintah bisa mencapi 24 triliun,": ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meki saat ini Pemkab.Bogor telah memberikan izin kepada dua perusahaan eksplorasi tambang yang akan melakukan eksplorasi di daerah tersebut, tetapi dia tetap akan menekankan agar pihak-pihak yang terlibat dalam hal ini tetap memperhatikan kajian- kajian mendalam khusunya terkait dengan sosialisasi kepada warga di sekitar, kajian amdalnya sudah sesuai apa belum. "Dan yang jelas kami tidak ingin kejadian seperti luapan lumpur panas seperti di Sidoarjo terjadi juga di Bogor," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Camat Conggol Aris Mulyanto mengakui, saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada 45 warga di lokasi. "Kami bersama pihak PT masih terus melakukan upaya pembebasan lahan di daerah tersebut. Dari total lahan seluas 15 hektar itu, 70 persen sudah berhasil kami bebaskan, termasuk lahan milik mantan Mentdikbud Bapak Wardiman Joyonegoro. Laporan terakhir yang saya terima hari ini, di lokasi rencananya juga akan segera dimulai pembuatan  jalan menuju lokasi tambang," kata Aris. (akn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Warta Kota&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116426954914741608?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116426954914741608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116426954914741608' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116426954914741608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116426954914741608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/11/ladang-minyak-ditemukan-lagikaya-ya.html' title='Ladang Minyak ditemukan lagi,kaya ya Indonesia?'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116426822748516798</id><published>2006-11-22T23:23:00.000-08:00</published><updated>2006-11-22T23:50:27.690-08:00</updated><title type='text'>HET pupuk akan naik?</title><content type='html'>Selasa, 21/11/2006 15:28 WIB&lt;br /&gt;Harga eceran pupuk bakal naik&lt;br /&gt;oleh : Gajah Kusumo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOGOR: Menteri Pertanian mengakui bahwa pihaknya sedang melakukan kajian terhadap rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami masih mengkaji kemungkinan kenaikan dan beberapa skenarionya. Kenaikan pupuk urea menjadi Rp1.800 per kilogram baru salah satu opsi saja. Kami belum mengambil keputusan," katanya di sela-sela acara Penutupan Sidang Pleno Konferensi Dewan Ketahanan Pangan di Istana Bogor, tadi siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir pekan lalu Menteri Pertanian Anton Apriyantono sempat menyebutkan HET pupuk urea bakal naik menjadi Rp1.800 per kilogram, sementara Deptan justru diketahui baru mengkaji tiga simulasi penentuan harga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Departemen Perdagangan mengklaim belum mengetahui rencana kenaikan HET komoditas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam simulasi harga eceran tertinggi (HET) pupuk, Deptan memperhitungkan tiga opsi penentuan harga komoditas ini, yaitu tetap, naik 10% mulai periode Oktober 2007, atau naik 19,96% per 1 Januari 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian tersebut dibahas Kelompok Kerja (Pokja) Khusus Pengkajian Kebijakan Pupuk Deptan dengan memperhitungkan alokasi subsidi pupuk APBN 2007 Rp5,797 triliun dan target pemenuhan kebutuhan sebanyak 6,7 juta ton. (ln)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116426822748516798?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116426822748516798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116426822748516798' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116426822748516798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116426822748516798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/11/het-pupuk-akan-naik.html' title='HET pupuk akan naik?'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116400993896915372</id><published>2006-11-19T23:59:00.000-08:00</published><updated>2006-11-20T00:05:39.803-08:00</updated><title type='text'>Nasib petani</title><content type='html'>Nasib Petani di Tahun 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2007 petani disuguhi dengan berita yang kurang mengenakan lagi yaitu naiknya harga urea tertinggi (HET) menjadi Rp 1800/Kg yang awalnya Rp 1200/Kg. Pemerintah telah berencana menaikkan harga urea dengan alasan semakin tingginya biaya produksi pupuk diakibatkan mahalnya harga gas bahan baku pupuk. Kenaikan harga pupuk ini juga upaya pemerintah untuk menghemat penggunaan pupuk. Logika yang digunakan jika pupuk mahal maka pembelian berkurang karena ketidak mamapuan,mungkin itu yang ada dibenak pemerintah untuk mengajari petani agar mengurangi pupuk. Terlepas dari itu pemerintah sendiri sebenarnya menginginkan harga pupuk sesuai harga pasar dengan catatan pemerintah telah menyiapkan program bantuan langsung petani (BLP) bagi para petani yang memiliki sawah maksimal hingga 2 hektare. Selain itu tahun depan pemerintah juga memberikan bantuan subsidi benih bersertifikat dengan harga 75% dari harga benih untuk areal seluas 8,2 juta hektare dan pemberian subsidi pupuk sebesar Rp 5,8 triliun.&lt;br /&gt;Jika dilihat dari besarnya APBN subsidi tahun 2007 naik daripada sebelumnya yang hanya sebesar Rp 3,03 triliun. Subsidi pupuk tahun 2007 mencapai Rp 5.797,37 miliar dengan perincian: &lt;br /&gt;• Urea sebanyak 4,5 juta ton = Rp 4.399,44 miliar&lt;br /&gt;• SP 36 sebanyak 800.000 ton = Rp 474,41 miliar&lt;br /&gt;• ZA sebanyak 700.000 ton = Rp 644,16 miliar&lt;br /&gt;HET naik mulai januari 2007 sebesar 19,66 persen sehingga diperkirakan terjadi kenaikan harga:&lt;br /&gt;• Urea diperkirakan menjadi sekitar Rp 1.400 per kg&lt;br /&gt;• SP 36 menjadi sekitar Rp 1.800 per kg&lt;br /&gt;• ZA menjadi sekitar Rp 1.250 per kg&lt;br /&gt;• NPK menjadi sekitar Rp 2.000 per kg.&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan dengan pola budidaya yang sudah mendarah daging dikalangan petani yang tidak bisa bercocok tanam tanpa pupuk-pupuk tersebut bahkan sudah menjadi wajib dg pupuk-pupuk tersebut. Biaya produksi yang akan dikeluarkan oleh petani jelas akan semakin bertambah,belum ditambah dengan masalah distribusi pupuk yan tidak lancar dan menjadi ajang bisnis tersendiri oleh pengusaha hitam. Program yang akan dilakukan pemerintah untuk memberikan bantuan langsung pun patut dipertanyakan, masihkah kita tidak belajar dari kasus BLT BBM, begitu banyak kecurangan dan tidak meratanya pendistribusian bahkan tak jarang salah sasaran, apalgi kaum tani kita yang rata-rata berpendidikan rendah.&lt;br /&gt;Kita patut bertanya, begitu banyak program yang bagus tetapi mengapa tidak pernah berhasil bahkan nasib pertanian kita diujung tanduk mudah diperminkan oleh pihak-pihak tertentu atau Negara asing?Kita patut cari akar permasalahan sehingga uang yang sangat banyak tidak menguap begitu saja. Dan bisa menghasilkan pertanian yang maju.&lt;br /&gt;Akar permasalahan kita adalah di dalam system pertanian yang kita gunakan selama ini atau lebih tepatnya secara makro kita mengitu system kapitalistik dengan memberikan kebebasan yang cukup tinggi sehingga kita dalam pengelolaan baik SDA maupun SDM secara liberalisme, memberikan sepenuhnya kepada mekanisme pasar yaitu supply and demand. Wajar saja jika terjadi ketidak merataan pendistribusian baik subsidi maupun pemasaran. Para kapitalislah yang melayani masyarakat baik petani maupun konsumen pertanian. Inilah akar penyakit kita selama ini. Coba kita lihat bagaimana pemberian subsidi pupuk yang diberikan kepada pabrik pupuk sehingga ada pupuk bersubsidi dan pupuk non subsidi, lalu siapa yang mendistribusikan hingga ke petani atau sasaran, pastilah ujung-ujungnya para pengusaha (pelaku pasar) yang bermental hanya mencari keuntungan. Pemerintah hanya mengontrol saja walaupn kontrolnya pun lemah terbukti banyak kasus pupuk menghilang dari peredaran akibat kasus penimbunan atau pengalihan daerah pendistribusian oleh para pelaku pasar. Memang beberapa pelaku telah ditangkap tetapi belum menyelesaikan masalah karena sisitem yang digunakan membuka peluang yang cukup luas untu melakuakannya lagi. Oleh karena itu beberapa hal yang perlu segera dirubah untuk kemajuan pertanian kita adalah:&lt;br /&gt;1. Mental pemerintah kita adalah pelayan masyarakat bukan atasan atau penguasa tetapi lebih kepada pemimpin yang mengayomi dan menjaga setiap urusan rakyatnya agar lebih mudah.&lt;br /&gt;2. Yang sifatnya pokok seperti pupuk,benih atau pemasaran di bidang hasil pertanian yang vital seperti kebutuhan pokok pangan maka pemerintah harus terjun langsung mengurusi rakyatnya, bukan menyerahka ke pihak swasta yang lebih cenderung kepada pelayanan untuk mencari untung.&lt;br /&gt;3. Pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana secara menyeluruh untuk mempermudah dan dengan harga semurah-murahnya kepada para petani.&lt;br /&gt;4. Pemerintah secara adil membagi hak kebutuhan rakyat yang fundamental tanpa memperhatikan kaya atau miskin semisal kemudahan fasilitas dan pendistribusian.&lt;br /&gt;Dasar-dasar mental dan pelayanan tersebutlah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sistem pertanian memang tidak terlepas dari sistem yang lain semisal sistem politik dan ekonomi suatu bangsa. Pemerintah kita sekarang secara politik dan ekonomi lebh mengarah kepada sistem kapitalisme yang memberikan ruang gerak kepada pelaku pasar atau pengusaha menguasai kebutuhan hidup orang banyak. Pemerinatah hanya mau pemasukannya saja berupa pajak. Jelas sekali yang menjadi korban adalah rakyat, belum lagi dengan globalisasi yang tengah mengarah kepada pedagangan bebas, pemerintah kita tidak bisa melindungi kepentingan rakyatnya dengan seenaknya menarik subsidi dengan alasan agar rakyat bisa mandiri. Otomatis daya saing produk kita kalah jauh dengan produk luar negeri yang disubsidi oleh pemerintahnya. Sungguh ironis negeri kita ini karena jika kita katakan bahwa tergantung pada individunya, apakah kita katakan orang-orang di pemerintah kita korup semua atau SDM nya rendah?tentu jawabannya Tidak,tetapi sistem yang mengatur lah yang terlalu lemah dan memang tidak tepat. Sudah banyak bukti bahawa kapitalisme menyengsarakan rakyat mayoritas dan memanjakan kaum minoritas yaitu pengusaha dan penguasa. Masihkah kita percaya pada sistem kapitaisme?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116400993896915372?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116400993896915372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116400993896915372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116400993896915372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116400993896915372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/11/nasib-petani.html' title='Nasib petani'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116073058239929764</id><published>2006-10-13T02:04:00.000-07:00</published><updated>2006-10-13T02:09:44.470-07:00</updated><title type='text'>Pandemi</title><content type='html'>News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi Pandemi, Dunia Usaha Bakal Terguncang.&lt;br /&gt;Anton J Supit Ketua Forum Poultry ASEAN menjelaskaqn, jika virus flu burung menjadi pandemi, frekuensi kunjungan pengusaha asing akan berkurang. akibatnya kerjasama di bidang perdagangan pun mempengaruhi nilai ekspor.(Kompas, 3 Oktober 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Sungguh kapitalisme telah mendarah daging, lebih kuatir usahanya daripada nyawa manusia, gile bener.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116073058239929764?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116073058239929764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116073058239929764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116073058239929764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116073058239929764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/10/pandemi.html' title='Pandemi'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116064500847774044</id><published>2006-10-12T02:21:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T02:23:28.610-07:00</updated><title type='text'>daging sapi dicampur daging babi</title><content type='html'>News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging Sapi Campur Daging Babi. Kepolisian Resor Kota Bogor menangkap tiga pedagang daging yang menjual daging sapi dicampur daging babi. Para pedagang tersebut memperoleh daging oplosan itu dari Lampung. (Investor Daily, 11 Oktober 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Begini nih, jika negara tidak menjaga rakyatnya berdasarkan halal-haram, yang penting untung, persetan dengan umat Islam yang mengharamkan babi. wahai pemerintah, hukum seberat-beratnya pelaku penjual barang haram.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116064500847774044?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116064500847774044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116064500847774044' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116064500847774044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116064500847774044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/10/daging-sapi-dicampur-daging-babi.html' title='daging sapi dicampur daging babi'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116064483075246710</id><published>2006-10-12T02:19:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T02:20:30.876-07:00</updated><title type='text'>MBM</title><content type='html'>News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari dinas peternakan di daerah tentang penjangkitan penyakit sapi gila terkait dugaan telah didistribusikannya meat bone meal (MBM). (Seputar Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Jangan nunggu laporan bos, apalagi jatuh korban, wah payah nih!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116064483075246710?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116064483075246710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116064483075246710' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116064483075246710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116064483075246710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/10/mbm.html' title='MBM'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116064470221764684</id><published>2006-10-12T02:12:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T02:18:22.473-07:00</updated><title type='text'>subsidi bunga</title><content type='html'>PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memberi intensif berupa subsidi bunga kredit sebesar enam persen kepada para petani yang mengembangkan pola plasma. Insentif bunga tersebut merupakan subsidi dari pemerintah yang dijalankan oleh Bank dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani. (Suara Pembaruan,11 Oktober 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar womg tani:&lt;br /&gt;Bagaimana pertanian kita bisa maju jika dibangun berdasarkan ribawi, pasti yang sejahtera bangkirnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116064470221764684?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116064470221764684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116064470221764684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116064470221764684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116064470221764684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/10/subsidi-bunga.html' title='subsidi bunga'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116063339463838180</id><published>2006-10-11T23:06:00.000-07:00</published><updated>2006-10-11T23:09:54.710-07:00</updated><title type='text'>surplus kok impor?</title><content type='html'>Stok Beras Nasional Surplus 110.000 ton. (Bisnis Indonesia)&lt;br /&gt;Stok Beras 3,94 Juta ton. Kepala Badan Ketahanan Pangan Deptan, Kaman Nainggolan menegaskan. Asumsinya, stok yang ada di masyarakat saat ini sekitar 3,41 juta ton dan stok beras yang dikuasai pemerintah di perum Bulog sebanyak 532 ribu ton.(Investor Daily)&lt;br /&gt;Kaman Nainggolan mengatakan sebenarnya stok beras produksi dan konsumsi masih surplus 110 ribu ton, jika ada impor itu karena ada kekhawatiran akan adanya ketidakstabilan harga beras, yang mengakibatkan inflasi. Secara nasional perhitungan neraca stok beras akhir tahun 2006 sekitar 3,831 juta ton, hal tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan stok akhir 2005 sebanyak 3,761 juta ton. Neraca produksi beras domestik Indonesia sekitar 31,01 juta ton per 2006 dan konsumsi masyarakat sekitar 30,898 juta ton. Sedangkan stok akhir yang ada sampai saat ini sekitar 3,941 juta ton. (Suara Karya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Jangan hanya bisa main tambah dan bagi, tapi pastikan setiap mulut manusia itu sudah kemasukan nasi apa belum. karena terlalu banyak Tuan takur yang menguasai hidup orang banyak yang menyengsarakan rakyat dengan menimbun beras.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116063339463838180?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116063339463838180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116063339463838180' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116063339463838180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116063339463838180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/10/surplus-kok-impor.html' title='surplus kok impor?'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116063218027815229</id><published>2006-10-11T22:43:00.000-07:00</published><updated>2006-10-11T22:49:40.453-07:00</updated><title type='text'>Bakrie brothers, kaya bener!</title><content type='html'>Penerimaan dan Laba Kotor Bakrie &amp; Brothers &lt;br /&gt;Penerimaan (Dalam Miliar Rupiah) &lt;br /&gt;Industri Semester I (2005) Semester II (2006) Perubahan&lt;br /&gt;Infrastruktur 628,9 1.324,7 111%&lt;br /&gt;Telekomunikasi 166,1 367,5 121%&lt;br /&gt;Perkebunan 356,8 451,8 34%&lt;br /&gt;Lainnya 0,0 0,0 &lt;br /&gt;Total 1.131,7 2.144,0 89%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Laba Kotor   &lt;br /&gt;Industri Semester I (2005) Semester II (2006) Perubahan&lt;br /&gt;Infrastruktur 96,6 198,5 105%&lt;br /&gt;Telekomunikasi 103,6 258,2 149%&lt;br /&gt;Perkebunan 108,9 161,3 48%&lt;br /&gt;Lainnya 2,1 8,9 333%&lt;br /&gt;Total 311,1 626,8 101%&lt;br /&gt;(Kompas, 9 September 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar wong tani:&lt;br /&gt;Walah-walah, dunia sungguh edan. petani banyak yang melarat. eh pengusaha yang berkuasa malah menguasai pertanian. coba jika kekayaan itu atau sumber daya alam yang dikuasai 1 keluarga dibagi keribuan keluarga miskin. pasti kemiskinan terarasi. inilah akibat ketidakadilan pendistribusian kekayaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116063218027815229?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116063218027815229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116063218027815229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116063218027815229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116063218027815229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/10/bakrie-brothers-kaya-bener.html' title='Bakrie brothers, kaya bener!'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-116054379250945780</id><published>2006-10-10T22:09:00.000-07:00</published><updated>2006-10-10T22:16:36.746-07:00</updated><title type='text'>news</title><content type='html'>Tenaga kerja di Pertanian, 60% Tak Berpendidikan.&lt;br /&gt;Catatan Dewan Riset Lampung : 60% angkatan kerja di pertanian 15,2% tidak pernah sekolah, 27,9% tidak tamat SD, 8,^% tamat SMP, 4% tamat SMA, 0,2% berpendidikan diploma dan sarjan.&lt;br /&gt;sumber:Kompas, 13 september 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar wong tani :&lt;br /&gt;Itulah potert buram rakyat di Indonesia yang kurang ke'urus' sehingga masyarakatnya bodoh-bodoh dan mudah dibodohin. tidak heran jika Belanda berhasil menjajah selama 350 tahun. Sekarang, tambah parah menjadi buruh di rumahnya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-116054379250945780?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/116054379250945780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=116054379250945780' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116054379250945780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/116054379250945780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/10/news.html' title='news'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-115995194311600978</id><published>2006-10-04T01:47:00.000-07:00</published><updated>2006-10-04T01:52:23.123-07:00</updated><title type='text'>Impor beras 2006</title><content type='html'>Liberalisasi Perberasan Menyengsarakan Rakyat!&lt;br /&gt;Oleh: Aryo Notonogoro,SP&lt;br /&gt;(Pengamat Politik Ekonomi Pertanian)&lt;br /&gt;Kasus impor beras menjadi ritual tahunan, sebenarnya apa di balik impor beras?&lt;br /&gt;Pada tanggal 29 agustus media massa banyak memberitakan tentang merosotnya hasil panen karena puso dan beberapa daerah menghendaki adanya Operasi Pasar (OP) oleh Bulog. Pasokan gabah turun 40 %, harga beras di pasar naik 30-40%. Terjadi kenaikan harga hingga 800 rupiah. Hal ini diindikasikan karena kekeringan dan puso. (media Indonesia)&lt;br /&gt;Nasib petani padi berpenghasilan 500-700 ribu per bulan (Bisnis Indonesia)&lt;br /&gt;Jabar,Sumut,Jateng,Sumbar,NAD,Gorontalo,Sumsel,Kaltim,Riau. Alasannya karena harga beras cenderung naik yang belum jelas mengapa, karena di Jabar, jateng, Sumut dan Sumsel adalah daerah surplus beras.(republika)&lt;br /&gt;Operasi Pasar dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menko Perekonomian dan Menko Kesra, serta SK Menteri Perdagangan.selama ini OP beras berdasarkan SK Mendag berpatokan pada kisaran 25% diatas rata-rata harga beras dalam tiga bulan terakhir. Lalu surat edaran mendag menyatakan OP beras dapat dilakukan jika harga rata-rata beras dalam tiga bulan terakhir telah mencapai 15%.(Seputar Indonesia)&lt;br /&gt;Bayu Krisnamurthi (Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan) mengatakan kebijakan impor beras menjadi alternative yang mungkin dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga. (Seputar Indonesia).&lt;br /&gt;Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo mengatakan Bulog masih memiliki stok sebanyak 532 ribu ton yang cukup sampai ahir 2006.asal tidak ada OP dan bencana alam.&lt;br /&gt;Dradjad H Wibowo (F-PA) mensinyalir impor beras dilakukan untuk menekan harga beras agar turun sehingga menekan angka kemiskinan sesaat karena daya beli masyarakat meningkat.(seputar Indonesia)&lt;br /&gt;Menurut Dirjen  Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimoesa, berdasarkan data konsumsi beras BPS, konsumsi beras mencapai 138 per kapita per tahun. Dengan penduduk sekitar 220 juta, maksimal kebutuhan beras nasional mencapai Rp 30,8 juta ton. Sedangkan berdasarkan angka ramalan (aram) II BPS produksi padi tahun 2006 mencapai 54,75 juta ton atau setara 31,008 juta ton beras.(Investor Daily)&lt;br /&gt;Menko Perekonomian Boediono menyatakan keran impor beras akan dibuka jika dianggap perlu untuk menjaga stabilitas harga. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan inflasi kembali pada level 6,5% pada 2007,sesuai asumsi RAPBN 2007.pemerintah tahun ini menargetkan inflasi 8% dengan inflasi tahun kalender pada juli 2006 mencapai 3,3%.(Investor Daily)&lt;br /&gt;Menteri Pertanian Anton Aprriyanto menjelaskan, stok beras nasional saat ini masih aman,meski terjadi kekeringan di sejumlah daerah.(Investor Daily)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 31 Agustus :&lt;br /&gt;Anton Apriyantono (Mentan) menyatakan bahwa impor dilakukan bukan karena prognosis produksi. Ini berkaitan dengan penanganan bencana dan pengendalian harga. Impor ini telah menjadi keputusan pemerintah melalui Kantor Menko Perekonomian. (Media Indonesia)&lt;br /&gt;Chatib Basri (ekonom UI) menyatakan bahwa kebijakan impor beras selayaknya dilakukan untuk menstabilkan harga.(Koran Tempo)&lt;br /&gt;Mentan menerima keputusan impor beras setelah diputuskan di Kantor Menko Perekonomian dengan tetap menjamin bahwa impor hanya untuk menambah stok cadangan di Bulog, sedangkan ketidak mauan Bulog untuk membeli surplus beras di masyarakat karena harganya lebih tinggi dari  HPP yang telah ditentukan pemerintah (Seputar Indonesia)&lt;br /&gt;2-4 September&lt;br /&gt;Daerah menolak beras impor diantaranya DIY,Jateng,Jatim (hampir di seluruh sentra beras). Selain pemerintah derah, HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) dan FSPI (Federasi Serikat Petani Indonesia) menolak secara tegas impor beras karena akan menyengsarakan petani. (Kompas,Suara Karya)&lt;br /&gt;5 September&lt;br /&gt;Tren harga beras mulai turun 6 % meyusul keputusan impor beras sebesar 210.000 ton beras.(Bisnis Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah sekilas tentang perjalanan bagaimana Negara dalam menstabilkan harga. Bisa dibayangkan hanya dengan isu kekeringan (walaupun itu terjadi) sudah bisa menaikkan harga setinggi 40% dengan alasan barang langka, padahal secara produksi nasional masih mencukupi. Kemudian pemerintah menurunkan harga dengan isu juga yaitu impor beras dan ajaib harga di pasar-pasar besar dalam beberapa hari langsung turun padahal barang belum ada. Inilah realita bagaimana terjadi liberalisasi di perberasan yaitu mulai pengadaan hingga pendistribusian. Pemerintah secara liberal memberikan urusan ini kepada mekanisme pasar sehingga berlaku hukum suply and demand (jika permintaan tinggi sedang penawaran (barang) rendah maka harga akan naik dan jika penawaran rendah sedangkan penawaran (barang) tinggi maka harga akan turun). Kesempatan ini tidak dibuang percuma oleh para kapitalis untuk mengeruk keuntungan dengan menimbun barang dan membuat jaringan distribusi mulai dari atas (pusat) hingga ke bawah (masyarakat). Tidak bisa dipungkiri bahwa motif utama dalam impor beras adalah satbilisasi harga di pasar.&lt;br /&gt;Sumber Daya di Indonesia&lt;br /&gt;Kebutuhan pangan penduduk jika kita asumsikan konsumsi per kapita per tahun138 kg (sesuai data BPS) dan dengan jumlah penduduk 220 juta berarti tiap tahun membutuhkan 30.360.000 ton. &lt;br /&gt;Produksi,Luas Panen dan Produktivas Padi di Indonesia Tahun 2001-2004&lt;br /&gt;Jenis Komoditi 2001 2002 2003 2004&lt;br /&gt;1. Padi sawah    &lt;br /&gt;Produksi (000 ton) 47.896 48.899 49.378 51.209&lt;br /&gt;Luas Panen (000 Ha) 10.416 10.457 10.799 10.395&lt;br /&gt;Produktivitas (Kw/Ha) 45,97 46,76 47,42 47,50&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Padi Ladang/dryland paddy    &lt;br /&gt;Produktivitas (000 ton) 2.565 2.591 2.759 2.879&lt;br /&gt;Luas Panen (000 Ha) 1.081 1.064 1.094 1.124&lt;br /&gt;Produktivitas (Kw/Ha) 23,74 25,23 25,23 25,63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total paddy    &lt;br /&gt;Produksi (000 Ha) 50.461 51.490 52.138 54.088&lt;br /&gt;Luas Panen (000 Ha) 11.500 11.521 11.488 11.923&lt;br /&gt;Produktivitas (Kw/Ha) 43.88 44.69 45,38 45,36&lt;br /&gt;Sumber:BPS&lt;br /&gt;Dari data diatas saja sudah terlihat bahwa Indonesia sangat mampu untuk swasembada beras bahkan untuk menyediakan cadangan beras di Bulog yang minimal 1 juta ton saja sudah lebih.&lt;br /&gt;Menurut data BPS bahwa sejak 2005, 33 propinsi sudah bisa memproduksi padi termasuk daerah Irian Jaya Barat walaupun masih sedikit dibanding daerah yang lain. Artinya, lahan di Indonesia berpotensi untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Dari 33 propinsi yang bisa untuk dijadikan sentra beras dan memasok daerah lainnya adalah : NAD, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan selatan, Sulawaesi Selatan. Daerah-daerah tersebut mamu menghasilkan diatas 1 juta ton terutama di daerah jawa. Daerah lain dengan perbandingan derahnya sebenarnya cukup mampu untuk berswasembada. Tahun 2004 saja total produksi di Indonesia  mencapai 54.088.468 ton (Produksi Padi menurut Propinsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar Permasalahan?&lt;br /&gt;Benar kata Taqiyudin AnNabahani dalam bukunya yang berjudul siten ekonomi alternatif, bahwa sumber permasalahan ekonomi adalah di distribusi. Penyediaan beras diberikan sepenuhnya kepada masyarakat sehingga muncul pihak swasta yang melayani kepentingan petani dan jelas ada orientasi keuntungan disitu. Contohnya pupuk bersubsidi, pemerintah mensubsidi perusahaan pupuk tapi yang mendistribusikan adalah pihak swasta yaitu toko-toko pertanian yang besar, tidak jarang ketika pemerintah sudah mengklaim mengeluarkan pupuk bersubsidi tapi realitanya banyak yang menghilang/tidak sampai sasaran.&lt;br /&gt;Pendistribusian beras juga banyak dipegang oleh pihak swasta sehingga banyak di daerah menjadi Tuan Takur (bos beras) yang menampung hasil panen petani dan menjualnya kembali, pihak-pihak seperti inlah yang akan mempermainkan harga dengan cara menimbun dan menjual jika harga menguntungkan. Bulog dalam penyediaan beras juga menggunakan tender memberikan kembali ke pihak swasta, jangan heran walaupun kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) agar petani untung, pada realitanya yang menikmati itu adalah para makelar Bulog yang membeli ke petani dan menyetorkannya ke Bulog, pihak Bulog tahu jadi.&lt;br /&gt;Pengurusan masalah beras di Indonesia terlalu liberal, sehingga bisa kita lihat tentang impor beras yang terjadi tahun ini, dengan 210.000 ton (tidak sampai 1 % kebutuhan masyarakat) sudah bisa mempermainkan harga. Pengadaan impor juga dilaksanakan oleh Bulog dengan sistem tender yang diikuti 24 perusahaan dan 16 perusahaan diantaranya adalah pihak asing. Para kapitalis lagi yang meraup untung, bisa dihitung jika perusahaan itu ambil 200 rupiah saja tiap kilo berapa keuntungan yang pasti diperoleh. Inilah bisnis kapitalis kelas nasional.&lt;br /&gt;Solusinya?&lt;br /&gt;Islam memerintahkan bahwa pemerintah adalah pelayan rakyatnya, bahkan digambarkan Pemimpin itu seperti pengembala yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah atas yang digembalakan.&lt;br /&gt;Di dalam Islam, yang menguasai hidup orang banyak tidak boleh dimiliki, dikuasai dan dikelola oleh perorangan atau kelompok (perusahaan) maka pemerintahlah yang wajib menyediakan untuk kepentingan semua rakyat.Secara prinsip maka bisa saya gambarkan secara teknis bagaimana seharusnya pengelolaan  beras khususnya di Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Ketahanan Pangan atau lembaga yang ditunjuk pemerintah seharusnya memiliki pola rencana dari target yang sudah jelas dari data-data potensi yang ada untuk membuat pelayanan terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;1. Pelayanan terhadap masyarakat petani&lt;br /&gt;Pemerintah sudah menetapkan daerah-daerah sentra produksi padi dengan target luasan yang jelas, maka lembaga pemerintah ini akan berupaya semaksimal mungkin dengan pemerintah daerah secara langsung mengarahkan para petani yang lahannya potensial untuk tanaman padi agar menanam padi sesuai program pemerintah. Memberikan teknologi budidaya yang utuh sesuai program pemerintah kepada para petani yang menanam padi dan memberikan kemudahan akses untuk memperoleh sarana dan prasarana budidaya seperti kelancaran pengairan, penanggulangan HPT (Hama Penyakit Tanaman) secara terpadu, pemupukan berimbang, dan lain sebagainya yang terkait dengan pola budidaya yang ada. Kemudian lembaga ini menjadi tempat pelayanan distribusi langsung pemerintah kepada petani terkait dengan subsidi pemerintah (tidak melalui perantara swasta seperti kelompok uasaha tani atau unit-unit usaha yang lain) atau dengan kata lain ada setiap petugas dari lembaga ini yang langsung berfungsi sebagai pelayan dan pembina atau ketua dari kelompok tani dengan catatan ada pendapatan yang diberikan pemerintah kepada petugas ini sehingga menutup kemungkinan petugas untuk mencari pendapatan tambahan.&lt;br /&gt;Lembaga pemerintah yang ditunjuk ini juga bertugas memantau dan menampung hasil panen para petani dengan harga yang sudah ditetapkan dengan perhitungan tentu saja diatas biaya produksi.&lt;br /&gt;Lembaga ini juga bertugas untuk langsung memotong hasil panen untuk zakat pertanian bagi yang muslim dan pajak bagi non muslim. Hasil dari zakat ini dikelola untuk didistribusikan ke fakir miskin, sedangkan pajak langsung masuk ke pemerintah.&lt;br /&gt;Lembaga ini juga akan menyimpan hasil panen dan mendistribusikan ke daerah-daerah secara merata sesuai jumlah penduduk dan kebutuhannya akan pangan khususnya beras.&lt;br /&gt;2. Pelayanan terhadap masyarakat&lt;br /&gt;Lembaga pemerintah ini juga melayani secara langsung pendistribusian beras ke semua rakyat dengan membentuk agen-agen resmi yang telah ditunjuk (pegawai pemerintah) yang bertugas menjual langsung ke masyarakat, petugas ini digaji langsung sehingga tidak akan memungkinkan mempermainkan harga, keuntungan sepenuhnya dari penjualan masuk ke kas negara. &lt;br /&gt;Inilah salah satu alternatif pilihan yang ditawarkan yaitu pelyanan langsung kepada para petani dan masyarakat umum terutama untuk kebutuhan pokok khusunya beras. Pola seperti ini akan menutup para pelaku-pelaku bisnis yang dengan sengaja untuk mengeruk keuntungan dari penderitaan masyarakat. Di sisi yang lain pertanian Indonesia ke depan akan semakin mantap karena langsung di layani oleh pemerintah. Teknologi budidaya akan berkembang cepat sesuai teknologi yang telah dikembangkan pemerintah karena transfer teknologinya cepat dan akan tepat sasaran, kemudian teknologi tersebut akan terintegral dalam satu pola yang inovatif dan produktif karena melibatkan semua komponen yang ada di departemen pertanian untuk menangani secara langsung setiap permasalahan yang muncul di tingkat petani. Harga akan stabil karena langsung di kontrol pemerintah mulai dari penyediaan hingga pendistribusiannya sehingga tidak ada pihak swasta yang bisa menimbun beras.&lt;br /&gt;Ketika kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dan didapat secara murah akan meningkatkan kemakmuran dan memunculkan usaha-usaha tani yang produktif yaitu pengembangan pertanian di luar kebutuhan pokok masyarakat. Masa depan pertanian Indonesia akan menjadi barometer dan sekaligus pengekspor terbesar dari bidang pertanian. Di pihak swasta (individu, kelompok atau perusahaan) mereka akan terpacu untuk mengambil peran di bidang sekunder (di luar kebutuhan pokok) sehingga akan memacu kemajuan bidang pertanian yang selama ini belum termaksimalkan.&lt;br /&gt;Sungguh, kita merindukan sitem pemerintahan (khilafah Islamiyah) yang benar-benar akan melayani rakyatnya sesuai perintah Allah dan Rasulnya sehingga terwujud keadilan dan kemakmuran yang merata sebagimana yang terjadi pada masa-masa keemasan kekhilfahan yang terdahulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-115995194311600978?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/115995194311600978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=115995194311600978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/115995194311600978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/115995194311600978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/10/impor-beras-2006.html' title='Impor beras 2006'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35482223.post-115995126304711739</id><published>2006-10-04T01:38:00.000-07:00</published><updated>2006-10-04T01:41:03.056-07:00</updated><title type='text'>Flu Burung</title><content type='html'>FLU BURUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini antara lain avian influenza&lt;br /&gt;Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.&lt;br /&gt;Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang dicirikan dari adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.&lt;br /&gt;Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.&lt;br /&gt;Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.&lt;br /&gt;Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.&lt;br /&gt;Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.&lt;br /&gt;Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan&lt;br /&gt;1. Kasus Suspek&lt;br /&gt;Kasus suspek adalah seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam (temp &gt; 38°C), batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau ber-ingus serta dengan salah satu keadaan;&lt;br /&gt;seminggu terakhir mengunjungi petemakan yang sedang berjangkit klb flu burung&lt;br /&gt;kontak dengan kasus konfirmasi flu burung dalam masa penularan&lt;br /&gt;bekerja pada suatu laboratorium yang sedang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung&lt;br /&gt;2. Kasus "Probable"&lt;br /&gt;Kasus "probale" adalah kasus suspek disertai salah satu keadaan;&lt;br /&gt;bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1), misal : Test HI yang menggunakan antigen H5N1&lt;br /&gt;dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonialgagal pernafasan/ meninggal&lt;br /&gt;terbukti tidak terdapat penyebab lain&lt;br /&gt;3. Kasus Kompermasi&lt;br /&gt;Kasus kompermasi adalah kasus suspek atau "probale" didukung oleh salah satu hasil pemeriksaan laboratorium;&lt;br /&gt;Kultur virus influenza H5N1 positip&lt;br /&gt;PCR influenza (H5) positip&lt;br /&gt;Peningkatan titer antibody H5 sebesar 4 kali&lt;br /&gt;Etiologi penyakit ini adalah virus influenza. Adapun sifat virus ini, yaitu; dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C.&lt;br /&gt;Di dalam tinja unggas dan dalam tubuh unggas yang sakit dapat bertahan lebih lama, tetapi mati pada pemanasan 60°C selama 30 menit.&lt;br /&gt;Dikenal beberapa tipe Virus influenza, yaitu; tipe A, tipe B dan tipe C. Virus Inluenza tipe A terdiri dari beberapa strain, yaitu; H1N 1, H3N2, H5N1, H7N7, H9N2 dan lain-lain.&lt;br /&gt;Saat ini, penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Viru, strain H5N1 (H=hemagglutinin; N= neuraminidase). Hal ini terlihat dari basil studi yang ada menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus Influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas. Secara umum, virus Flu Burung tidak menyerang manusia, namun beberapa tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia&lt;br /&gt;Gejala dan perawatan&lt;br /&gt;Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.&lt;br /&gt;Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain &lt;a title="Oseltamivir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oseltamivir"&gt;Oseltamivir&lt;/a&gt; (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.&lt;br /&gt;UPAYA PENCEGAHAN&lt;br /&gt;Upaya pencegahan penularan dilakukan dengan cara menghindari bahan yang terkontaminasi tinja dan sekret unggas, dengan tindakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker, kacamata renang)&lt;br /&gt;Bahan yang berasal dari saluran cerna unggas seperti tinja harus ditatalaksana dengan baik ( ditanam / dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.&lt;br /&gt;Alat-alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan&lt;br /&gt;Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan&lt;br /&gt;Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80°C selama 1 menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64°C selama 5 menit.&lt;br /&gt;Melaksanakan kebersihan lingkungan.&lt;br /&gt;Melakukan kebersihan diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35482223-115995126304711739?l=wong-tani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wong-tani.blogspot.com/feeds/115995126304711739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35482223&amp;postID=115995126304711739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/115995126304711739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35482223/posts/default/115995126304711739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wong-tani.blogspot.com/2006/10/flu-burung.html' title='Flu Burung'/><author><name>wong-tani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04175721196387396422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
