agriculture

Wednesday, February 07, 2007

Korupsi Impor Beras Masih Disidik

Korupsi Impor Beras Masih Disidik


Laporan Wartawan Kompas Dewi Indriastuti


JAKARTA, KOMPAS - Tim penyidik bagian Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung masih terus menangani perkara korupsi dalam impor beras 60.000 ton dari Vietnam oleh PT Hexatama Finindo yang bekerja sama dengan Induk Koperasi Unit Desa. Dalam perkara itu, korupsi terjadi karena pemasukan, penimbunan, dan pengeluaran beras tersebut dari kawasan pabean tidak sesuai prosedur. Selain itu, bea masuk dan pajak lainnya tidak disetorkan.

Sebagaimana disampaikan dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kejaksaan Agung, tanggal 29 Januari 2007, perkara tersebut terdiri dari dua berkas, masing-masing atas nama tersangka Sofjan Permana (mantan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) serta Gordianus Setio Lelono (Direktur Utama PT Hexatama Finindo) dalam pemberkasan untuk ditingkatkan ke penuntutan.

Kamis (1/2), salah seorang tersangka, yakni Gordianus Setio Lelono, datang ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Namun, Gordianus yang disapa wartawan, menolak memberi keterangan mengenai proses perkaranya. "Nanti saja, ya. Ada saatnya akan saya jelaskan semua," elak Gordianus yang mengenakan setelan celana panjang dan kemeja warna terang dan jaket warna hitam. Gordianus tiba sekitar pukul 10.00. Setengah jam kemudian, ia meninggalkan Gedung Bundar Kejagung.

Meski sudah beberapa waktu ditetapkan sebagai tersangka, namun Sofjan Permana dan Gordianus Setio Lelono tak pernah ditahan. Perlakuan berbeda dialami lima tersangka dalam perkara yang sama -- yang ditangani lebih dulu -- yang langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Askindo butuh 900 penyuluh bagi petani

Kamis, 08/02/2007 10:21 WIB
Askindo butuh 900 penyuluh bagi petani
oleh : Hendri Tri Widiasworo

JAKARTA: Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) meminta pemerintah menyediakan sekitar 900 petugas penyuluh petani kakao agar bisa meningkatkan produksi sampai tiga kali lipat dalam waktu lima tahun ke depan.

"Diperlukan satu petugas dalam 1.000 hektare, jadi dengan luasan lahan sekitar 900.000 hektare diperlukan 900 petugas untuk meningkatkan produksi," kata Ketua Askindo Halim A. Razak saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Produksi kakao Indonesia pada 2006 sebanyak 500.000 ton, sedangkan pada tahun ini ditargetkan akan meningkat sekitar 600.000 biji kakao yang dihasilkan petani.

Permasalahan yang dihadapi petani kakao saat ini, ungkapnya, maraknya penyakit biji kakao (PBK) yang mengakibatkan menurunnya kualitas dan bobot kakao mencapai 20%.

"Petani terkadang tidak bisa menentukan cara pemupukan, kemudian penentuan kualitas pohon yang masih produktif dan mengetahui hama yang menyerang serta bagaimana mengatasinya," tuturnya.

Uluran tangan dari pemerintah, lanjutnya, sangat diperlukan untuk revitalisasi pertanian. "Revitalisasi dengan perluasan lahan dan penanaman bibit berkualitas memang perlu, tapi sebenarnya yang lebih utama dengan pengadaan penyuluh," ujarnya.

Peningkatan produksi tersebut benar-benar terbukti dengan percontohan lahan Coco Philips model milik Askindo di Sulawesi Selatan, seluas 2.500 hektare. Dengan adanya tiga penyuluh, pihaknya mampu menaikan produksi menjadi 1,8 ton/hektar dari sebelumnya 400 ribu kg/hektar.

Mengenai insentif yang diberikan, menurut dia, sebenarnya tidak terlalu mahal. Pemerintah cukup menyediakan anggaran sekitar Rp2 juta untuk masing-masing penyuluh dalam setiap bulannya.

"Seperti halnya yang program Askindo yang saat ini menyediakan menyediakan 30 penyuluh di Sulawesi Selatan," tandasnya.

Senada dengan pernyataan Halim, Ketua Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI) M. Hasyim menyetujui adanya penyuluh bisa meningkatkan produksi dengan mengkontrol pola perawatan dan penanaman petani kakao.

Selama ini, paparnya, petani kakao dalam negeri kehilangan 10% berat dalam setiap kilogramnya jika biji kakao itu telah diolah. Pasalnya, terjadi PBK yang ada dalam buahnya.

"Jika telah musim PBK, antisipasinya hanya membungkus buah dengan plastik atau kertas. Padahal ada obat yang bisa menghilangkan, tapi petani tidak mengetahuinya," jelasnya.

Dia sebenarnya telah menyampaikan kepada pemerintah mengenai kebutuhan penyuluh tersebut, tapi perhitungannya setelah masa kontrak itu apa yang akan dilakukan dengan tenaga penyuluh itu.

"Sebenarnya bisa terus difungsikan, lahan kan akan tersu meningkat dan kebutuhan penyuluh akan terus digunakan," tegasnya. (ln)

Ir. Rudianto Handojo: untuk Atasi Banjir, Kembalikan Hak Resapan Air

Ir. Rudianto Handojo: untuk Atasi Banjir, Kembalikan Hak Resapan Air
Selasa, 6 Peb 07 12:26 WIB
Setelah tahun 2002 banjir melanda wilayah Ibukota dan sekitarnya, awal Februari 2007 banjir kembali menenggelamkan rumah warga di sebagian wilayah Jabodetabek. Banjir yang diduga sebagai siklus lima tahunan ini, telah memecahkan rekor banjir sebelumnya, akibat hantaman air itu infrastruktur Ibukota terganggu. Dalam bincang-bincang dengan eramuslim, Pengamat Perkotaan dari Institut Tekhnologi Bandung Ir. Rudianto Handojo mengungkapkan mengapa masalah banjir di Jakarta tidak bisa tertuntaskan dan malah makin parah.

Menurut Anda, mengapa banjir di Jakarta makin parah, dibandingkan tahun 2002 lalu, apa sebenarnya penyebabnya?

Pertama, kalau kita sekarang berbicara, andalan kita banjir kanal, sekarang sudah ada banjir kanal barat dan sedang membangun banjir kanal timur, mudah-mudahan selesai. Tapi jangan berharap terlalu banyak kalau banjir kanal timur selesai lantas akan bebas banjir. Karena itu desain zaman Belanda tahun 1930-an, untuk menjangkau Jakarta tahun 1950. Kalau kemudian kita bangun pasti desain tahun 50-an dengan desain tahun 2000 sudah jauh berbeda sekali. Pasti tidak akan sanggup menampungnya.

Namun apabila merujuk pertanyaan tadi, saya harus jelaskan bahwa banjir ini masalah yang tidak berdiri sendiri. Kenapa demikian, karena kita tahu alasan yang mempengaruhinya adalah daerah aliran sungai (DAS). Saya mencoba membagi atas tiga bagian, yakni bagian hulu, tengah kemudian hilir, ditambah muara. Kita mempunyai muara, tetapi yang bisa ditangani secara langsung oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta hanya didaerah hilir dan muaranya, sedangkan untuk daerah tengah dan hulu tidak bisa dijangkau oleh DKI Jakarta. Padahal di sanalah hujan yang terjadi akhir-akhir ini terjadi, dibagian hulu dan tengah daerah aliran sungai

Daerah aliran sungai hulu dan tengah yang anda maksud itu mana saja?

Kalau bicara 13 sungai yang mengalir ke DKI Jakarta, hulunya itu mulai didaerah puncak Bogor, tengahnya diwilayah Cibinong, dan juga Depok. Di sana terjadi penggundulan hutan, pohon-pohonan hilang diganti dengan villa dan sebagainya. Itu yang berpengaruh sangat besar, bukan saja pohonnya yang tidak menyerap air, tanahnya pun tidak bisa menyerap air.

Untuk pembenahannya memang harus dilakukan secara teknis, penyerapan buatan itu bisa saja, tetapi masalahnya adalah pemerintah DKI Jakarta tidak boleh melakukan pembiayaan di luar daerahnya, padahal daerah sana di bawah pemda Jawa Barat dengan anggaran yang tersedia relatif sedikit, rasanya tidak terlalu berkepentingan dengan yang terjadi di DKI Jakarta. Karenanya Gubernur Sutiyoso ingin membiayainya, dengan melakukan cross subsidi, karena merasa memiliki anggaran lebih banyak. Namun hal itu dirasakan belum memungkinkan dengan peraturan yang ada.

Apakah langkah itu cukup efektif mengurangi ancaman banjir di Ibukota?

Kalau langkah-langkah itu dilakukan dengan betul-betul terukur dan jelas, hasilnya bisa efektif. Tapi jika penanganannya tidak terukur, saya tidak yakin berhasil.

Lalu, dalam jangka pendek, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi banjir?

Tentu yang nomor satu adalah pengetatan peraturan, dalam peraturan sebetulnya sudah ada pengaturan koefisien luas bangunan, dan koefisien yang boleh menjadi perkerasan (areal yang dibangun), namun banyak yang dilanggar. Daerah hijau semua sudah berubah menjadi perumahan, tetapi yang harus bisa dilakukan adalah bagaimana mereka yang mengambil hak air ini, karena air mempunyai hak meresap ke tanah tapi tanah itu kemudian ditutup dengan jalan, dengan adanya bangunan, harus ada ganti bagi daerah resapan.

Jadi apapun yang dibuat perkerasan, harus bisa diganti dengan peresapan buatan. Sehingga ada daerah alternatif dan untuk itu perlu dibuat lagi danau-danau (situ) sebanyak mungkin. Saat ini keberadaan situ sudah berkurang dari jumlah awalnya, hanya tinggal beberapa puluh saja. Jadi kita harus membuat lagi sebanyak mungkin. Karena itu yang akan berperan sebagai penjaga air-air.

Kemudian sebisa mungkin dilakukan injeksi ke bumi untuk mengisi kantong-kantong di bawah tanah, kalau airnya mengalir ke Jakarta akan menjadi air tanah dan bisa menahan intrusi air laut.

Dengan kata lain, selama ini ada yang salah dalam pelaksanaan pembangunan di kota Jakarta?

Jakarta sudah sedemikian rupa berubah, tapi kemampuan mengantisipasi perubahan ini selalu terlambat. Ibaratnya, kita punya jalan di DKI Jakarta dari tahun 1950-an tapi tidak diubah sampai sekarang, pasti akan mengalami kesemrawutan, sehingga kita harus membuat jalan lebih besar, jalan tol, nah jalan-jalan tol besar itu ibarat kita sedang membuat banjir-banjir kanal.

Jadi intinya, adalah sistem drainase kita rasanya tidak mencukupi. Yang harus dilakukan oleh pemda adalah membuat normalisasi seperti pelebaran sistem drainase supaya bisa menampung air. Itupun belum cukup. Kita harus mempunyai sistem yang memang sesuai dengan Jakarta sampai tahun 2050, jangkauan kita harus ke depan. Jakarta tahun 2050 dengan sistem drainase yang terdesain untuk menjangkau kepadatan penduduk pada masa itu.

Maksud Anda, pembangunan di Jakarta harus diseimbangkan dengan pembuatan resapan air yang memadai?

Betul, memang ada aturan yang mengharuskan bahwa disetiap kavling rumah dibangun satu sumur resapan, tapi saya tidak pernah melihat evaluasinya, sejauhmana efektifnya dan apakah hal itu dilakukan atau tidak. Harusnya kalau mau konsekuen bukan hanya rumah yang melakukan itu, tapi seluruh bangunan-bangunan gedung, jalan, semua diwajibkan membuat peresapan air pada ruas-ruas jalan itu.

Bagaimana dengan keberadaan pintu-pintu air?

Itu sepertinya bukan untuk mengurangi banjir ya, tapi untuk mengatur supaya banjirnya merata, jangan disatu tempat banjirnya 5 meter, tapi di tempat lain 1 meter. Bukan untuk mengurangi, hal itu dilakukan kurang lebih hanya untuk menyeimbangkan tekanan air, namun tetap saja kita tidak bisa mengatasi tekanan air yang volumenya demikian besar.

Dan satu hal lagi yang perlu diketahui bahwanya banjir ini terjadi karena perubahan iklim global. Dulu kita sangat terbiasa dengan curah hujan yang relatif teratur mulai bulan September, Oktober, November, Desember dan Januari, tetapi saat ini entah memang karena pemanasan global kita jadi mengenal yang namanya badai. Padahal 20 tahun lalu tidak ada badai di sini, hanya diwilayah sub-tropis seperti Filipina dan Hongkong. Dan pada waktu dulu kita juga hanya mengenal dengan istilah banjir besar dengan R50, kalau intesitasnya sering R25, kemudian R10, dan sekarang sudah ada R5. Untuk R5 ini adalah peristiwa banjir besar yang terjadi 5 tahun sekali.

Setahu saya kalau ada banjir besar yang tidak tertangani kita menyebutnya R25, itu berarti terjadi setiap 25 tahun sekali, tapi kemudian 10 tahun lagi terjadi kemudian disebut R10. Dapat dikatakan banjir yang terjadi saat ini disebabkan adanya fluktuasi hujan. Kalau dulu hujan bisa terbagi dari enam bulan, lima bulan, ataupun empat bulan secara merata, namun untuk sekarang terjadi hanya pada satu pekan saja, otomatis kandungan air ditujuh pekan itu sebetulnya, tidak bisa ditampung dengan sistem apapun.

Jadi penyebab banjir yang terjadi akhir pekan lalu itu salah satunya karena ada perubahan karakter cuaca global, bukan semata-mata tata ruang kota yang salah?

Ya ada perubahan iklim.

Anda punya usulan sistem apa yang bisa diterapkan di negara kita untuk antisipasi banjir?

Kalau bicara hulu, kita harus membuat parit-parit bertangga untuk sebuah jebakan supaya air dapat menyerap. Di daerah tengah membuat danau-danau dan harus ada sistem injeksi air. Kita sudah mempunyai teknologinya dan itu tidak sulit. Kalau di kota DKI Jakarta sendiri selain melakukan normalisasi, juga harus menambah daya serap air. Hal ini akan mengalami masalah kesulitan jika air banjir bertemu dengan air pasang saat bulan purnama. Banjir itu tahan lama dan mengendap.

Pernah juga ada usulan yang sangat inkovensional, yakni membuat danau air tawar dilaut, dengan cara laut dibentengi sampai titik tertentu yang cukup besar kemudian air di situ dipompa ke luar. Memang biayanya besar dan itu bisa diparalelkan, tapi ini bukan usulan dari saya ya, saya hanya mempelajarinya. Ini bisa saja dilakukan, tetapi membutuhkan kajian yang panjang, menyangkut lingkungan dan juga pembiayaan. Selama kita bisa membiayainya sendiri menjadi satu kawasan yang bagus, hal ini mungkin saja dilakukan.

Prinsipnya membuat suatu grafitasi, selama ini kondisi di Jakarta landai dari ujung selatan sampai ke lautnya, sehingga air pelan mengalir. Yang bisa dilakukan adalah membuat permukaan air dilaut jauh lebih rendah sehingga membuat air lancar dan cepat mengalir. Karena seolah-olah muka laut direndahkan atau diturunkan. Saya anggap itu usulan yang masuk akal, meskipun inkonvensional, tetapi bisa dilakukan. (novel)

Wednesday, January 17, 2007

Empat Sekawan Pereda Asam Urat

Derita itu ia alami sejak 2 tahun lalu.Semula Suhartini menduga deritanya hanya pegal-pegal biasa. Sebab, setelah diolesi param, pegal pun menghilang. Namun, makin lama, rasa sakitnya semakin menghebat. Apalagi setelah mengkonsumsi soto dan emping yang menjadi santapan favoritnya.

Karena berharap sembuh,pada Januari 2006,Suhartini memeriksakan diri ke dokter umum di Jatibening, Bekasi.Sebelum diperiksa, ia diharuskan mengecek darah dahulu. Hasil pemeriksaan dokter, Suhartini terkena asam urat berlebih. Kandungan asam uratnya mencapai 9 mg/100 ml darah. Padahal normalnya 6,5 - 7 mg.

Pilih herbal
Oleh dokter,ibu dua anak itu diberi obat berupa kapsul yang dikonsumsi 3 kali sehari. Seminggu kemudian,kondisi Suhartini membaik.Namun, setelah obat tandas, rasa linu di jari tangan kembali kambuh. Ia pun berhenti mengkonsumsi obat kimia lantaran khawatir merusak ginjal.

Suhartini pun beralih mengkonsumsi ramuan sambiloto, tempuyung, lada,dan komfrey yang sudah dikapsulkan. Ia rutin mengkonsumsi obat itu 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul. Dua pekan berselang,sakit di jari tangan mulai reda dan kini sudah hilang sama sekali.

Menurut dr Suharti K Suherman SpFK, dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Senyawa itu banyak terdapat dalam makanan seperti jeroan, emping, dan sarden.Asam urat berfungsi membentuk inti-inti sel.Namun,yang diperlukan tubuh hanya sedikit.Sisanya dikeluarkan melalui usus (30%)dan ginjal (70%).

Tingginya kadar asam urat dalam darah disebabkan sintesis asam urat berlebih, sedangkan ekskresi di ginjal sedikit. Asam urat berlebih itu berpadu dengan natrium membentuk kristal natrium urat pada jaringan lunak persendian. Terbentuklah endapan yang disebut topus.Akibatnya terjadi peradangan ?biasa disebut arthritis gout ?akut.yang ditandai rasa nyeri di persendian.

Lazim dipakai
Untuk mengobati asam urat,herbalis menggunakan sambiloto.?Namun, sambiloto tidak digunakan tunggal,? ujar Iskandar,pengobat herbal di kompleks Permata Ancol,Jakarta Utara. Ia meramunya dengan tempuyung, temulawak, dan lada yang dibuat dalam bentuk kapsul. Menurutnya,anggota famili Acanthaceae itu berperan meredakan sakit. Ramuan serupa digunakan dr Erna Cipta Fahmi,dokter umum dan herbalis di Ciputat, Tangerang.Namun,ia menggunakannya untuk pasien yang belum akut. Untuk pasien asam urat kronis, biasanya ditambahkan daun salam dan akar alang-alang untuk memperbaiki kerja ginjal.

Sambiloto yang terbukti empiris meredakan gangguan asam urat, juga dilirik produsen obat PT Indofarma. Menurut Agus Kuanto, manajer produk PT Indofarma, pihaknya meramu obat asam urat dari sambiloto Andrographis paniculata, temulawak Curcuma xanthoryza, tempuyung Sonchus arvensis, lada Piper nigrum, dan rumput teki Cyperus rotundus. Dari kelima jenis tanaman obat itu, jumlah sambiloto paling dominan, yaitu 35%.

Antidepresan
Menurut dr Suharti K Suherman SpFK, sambiloto mengandung lakton dan kolmegin yang memberi efek antidepresan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan sendi. Sedangkan daun tempuyung kaya akan kalium yang berkhasiat sebagai peluruh urine sehingga meningkatkan ekskresi asam urat saat berkemih.

Temulawak yang mengandung kurkumin dan minyak asiri bekerja memperbaiki kerja ginjal agar ekskresi asam urat meningkat. Kandungan piperin, piperanin, dan chavaicin pada lada berfungsi merangsang kelenjar pencernaan sehingga mempercepat pembakaran lemak yang menghambat ekskresi asam urat.

Meski sambiloto ampuh meredakan nyeri akibat asam urat, tetap harus dibarengi pola makan sehat.Pasien sebaiknya menghindari mengkonsumsi makanan yang mengandung purin dan perbanyak minum air putih. Dengan begitu,sintesis dan ekskresi asam urat bisa seimbang sehingga kadarnya dalam darah tetap normal. (Imam Wiguna)

Kisah Perawan Atasi Sinusitis

Ketika itu dr Ludwina -demikian sapaannya -memang sedang sakit. Badan saya agak panas, katanya. Selain itu, tenggorokan juga gatal dan batuk-batuk. Ia menduga itu gejala flu biasa. Namun, ia mulai curiga. Kalau flu, biasanya ingus keluar tanpa henti, tapi ini kok tidak, katanya. Saat dikeluarkan, ingus tampak mengental dan berwarna kuning kehijauan.

Rupanya aroma tak sedap itu berasal dari ingus yang bersarang di saluran sinus maksilaris, salah satu saluran sinus yang letaknya di dalam tulang pipi. Dampaknya nyeri merasuki pipi kanan. Ibu dua anak itu pun menyadari dirinya terkena sinusitis.
Kerap kambuh

Derita itu kerap menyambangi dr Ludwina sejak 4 tahun silam. Hampir setiap tahun sinusitis saya kambuh, ujarnya. Meski begitu, ia tak pernah memeriksakan diri ke dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Ludwina dokter umum yang berpraktek di Kompleks Kedaung Rindang, Ciputat, Kabupaten Tangerang, Banten.

Saat kambuh, Ludwina mengobatinya dengan mengkonsumsi 3 tablet obat antibiotik Amoxcilin setiap hari. Dua minggu berselang, ingus mulai mencair dan perlahan sembuh. Kebiasaan itu rutin dilakukan jika sinusitisnya kambuh. Lama-kelamaan, kuman penyebab sinusitis mulai kebal. Saat diobati dengan dosis sama, deritanya tak juga sirna. Akhirnya, Ludwina menggantinya dengan obat antibiotik yang lebih kuat yaitu Cyproploxacin dengan dosis 2 tablet sehari. Hasilnya sama, dua pekan kemudian baru sinusitisnya hilang.

Perkenalannya dengan VCO tak disengaja. Pada 2005, sang suami menderita diabetes mellitus. Saat VCO mulai populer, ia pun membeli minyak perawan untuk suaminya. Harapannya derita kencing manis sang suami segera sembuh. Namun, suami menolak mengkonsumsi lantaran mual dan gatal-gatal di kulit.

VCO itu kemudian dikonsumsi Ludwina. Ketika itu saya meminum VCO bukan untuk mengobati sinusitis, katanya. Bahkan ia sempat meragukan khasiat minyak perawan itu. Oleh sebab itu, ia hanya rutin mengkonsumsi satu sendok makan sehari. Kalau sedang sibuk, kadang-kadang lupa, katanya.

Sebulan mengkonsumsi minyak perawan, keraguannya mulai terkikis. Badan saya kok lebih fit, ujar Ludwina. Padahal, aktivitas wanita 51 tahun itu seabrek. Selain membuka praktek di kediamannya, ia juga aktif menjadi dokter sukarelawan pada sebuah klinik sosial di Pamulang, Tangerang.

Pada Januari 2006, sinusitis kembali menyambangi Ludwina. Dokter alumnus Universitas Katolik Atmajaya itu mengeluh sakit di pipi kanannya. Obat antibiotik pun dikonsumsi. Namun, efek samping akibat rutin mengkonsumsi antibiotik membayangi pikirannya. Oleh karena itu, konsumsi obat pun dihentikan.

Perhatiannya beralih pada VCO. Saya sudah merasakan khasiatnya untuk kebugaran. Mungkin untuk sinusitis juga bisa, katanya. Karena untuk pengobatan, ia pun rutin mengkonsumsi 3 sendok makan VCO sehari. Dua hari kemudian, ia kaget saat membuang ingus. Baru dua hari mengkonsumsi, kok sudah encer. Biasanya 2 -3 minggu baru sembuh, katanya. Padahal, tak satu pun obat antibiotik yang ia konsumsi ketika itu.
Harus operasi

Menurut dr Dody Widodo SpTHT, dari RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, sinusitis disebabkan peradangan rongga-rongga di wajah (sinus) akibat patogen dan alergi berkepanjangan. Efeknya sel-sel selaput lendir melebar dan menghambat sekresi lendir sehingga berkumpul di daerah sinus. Lendir yang tertahan itu menjadi sarang nyaman bagi patogen seperti virus, bakteri, dan cendawan. Akibatnya, bisa memperparah peradangan. Jika dibiarkan, lendir bercampur nanah.

Gejala sinusitis bervariasi tergantung letak infeksi. Ada 4 posisi sinus:sinus frontalis, di dahi;sinus maksilaris, di dalam tulang pipi;sinus etmoid di belakang batang hidung di sudut mata;dan sinus sfenoid, di belakang sinus etmoid. Infeksi di sinus frontalis, menyebabkan dahi nyeri. Jika di sinus maksilaris, gejalanya nyeri di gigi rahang atas. Nyeri di antara kedua mata pertanda infeksi sinus etmoid. Kalau tak segera diobati, infeksi pada daerah itu menyebar ke mata dan memicu kebutaan. Sedangkan gejala sinusitis lainnya, aroma napas tak sedap.

Sinusitis lebih rentan menyerang penderita alergi. Musababnya, kondisi selaput lendir penderita alergi sangat sensitif. Alergen yang terhirup seperti debu, spora jamur, bulu binatang, serbuk sari bunga, asap rokok, dan polutan lainnya, turut memicu pembengkakan selaput lendir.

Untuk akurasi letak infeksi, biasanya pasien dipindai dengan alat sinus paranasal. Kemudian didiagnosis tingkat keparahan infeksi. Jika infeksi hanya menyebabkan penebalan selaput lendir sinus, cukup diberi obat antibiotik. Untuk menghilangkan sumbatan akibat lendir yang mengental, diberi obat dekongestan alias pengencer lendir. Kalau lendir telah berubah menjadi nanah, maka harus dioperasi dengan endoskopi, ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia itu.
Singkat

Bagaimana khasiat VCO? Menurut Hartono, pengobat tradisional di kawasan niaga Roxy, Jakarta Pusat, keampuhan VCO menyembuhkan sinusitis diduga lantaran asam laurat VCO yang membunuh bakteri penyebab sinusitis. Itu senada dengan pendapat Mary Enig PhD, pakar VCO asal Amerika Serikat. Di dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi monolaurin yang berkhasiat sebagai antivirus, antibakteri, dan antiprotozoa. Cara kerjanya dengan menghancurkan membran lipid yang menyelubunginya. Salah satu bakteri yang dapat dimatikan VCO adalah Streptococcus, penyebab sinusitis.

Keampuhan minyak kelapa murni sebagai antibiotik tak pernah diduga oleh dr Ludwina. Ini satu-satunya antibiotik yang tak menyebabkan efek samping, katanya. Selain itu, efeknya sangat singkat, hanya 2 hari. Bandingkan dengan antibiotik sintetis kimia yang membutuhkan waktu hingga 2 -3 pekan.

Hingga kini, sinusitis tak lagi menyambangi dr Ludwina. Meski kembali kambuh, ia tak khawatir. Saya sudah menemukan antibiotik paling efektif, katanya. Saat memeriksa pasien pun kini tak lagi terganggu. Walaupun melayani pasien hingga larut malam, saya siap, ujarnya. Selain sinusitis menghilang, kondisi tubuh dr Ludwin

Tuesday, January 16, 2007

Pembuktian Ramuan Purba

Bawang putih memang tak sekadar penambah aroma dan rasa masakan untuk membangkitkan selera. Keberadaannya dimanfaatkan sebagai panasea berbagai penyakit. Itu sudah diketahui sejak berabad-abad silam. Sebuah papyrus di Mesir bertarikh 1500 SM ditemukan berisi 22 khasiat Allium sativum untuk mengobati penyakit. Tak heran Raja Tutankhamun dari Mesir memanfaatkannya untuk stamina dan mencegah penyakit.

Di Romawi dan Yunani umbi bawang digunakan sebagai obat lepra dan asma. Sedangkan orang Lebanon memanfaatkannya untuk diet. Pada 1858, Louis Pasteur ahli mikrobiologi menggunakan kerabat bunga lili itu sebagai desinfektan pembersih luka terbuka serta mencegah gangrene.
Antikolesterol

Khasiat bawang putih dibuktikan secara ilmiah oleh Divisi Kardiologi, California University dan Western Medical Center, Amerika Serikat. Mereka menguji 40 pasien hiperkolesterol berusia 40 -75 tahun. Empat minggu sebelumnya seluruh pasien diberikan plasebo, tablet berisi serat biasa sebagai pembanding. Setelah itu mereka diberi asupan ekstrak bawang putih selama 4 minggu dengan dosis suplemen yang biasa dikonsumsi pasien.

Hasil penelitian menunjukkan herbal berbahan bawang putih menurunkan 11% kolesterol, 10% LDL, 34% trigliserida, dan tanpa efek apa pun terhadap nilai HDL. Sedangkan plasebo hanya berefek menurunkan LDL dan trigliserida pada 10 pasien. Khasiat itu juga dibuktikan oleh Siti Aisyah yang mengidap kolesterol tinggi.

Sewindu lamanya Siti mesti bolak-balik ke rumahsakit. Kolesterol perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, itu amat tinggi, mencapai 284 mg/dl. Padahal, ambang batas kolesterol hanya 200 mg/dl. Kolesterol itulah penyebab stroke berkali-kali. Obat-obatan yang diresepkan tak kunjung menyelesaikan masalah. Sebaliknya ia malah cepat lelah, sering nyeri ulu hati, dan kram. Itu sebabnya ia beralih ke suplemen berbahan bawang putih. Sebulan berselang, kolesterolnya turun 45 angka. Sedangkan Low Density Lipoprotein (LDL)turun 65 angka dari 183 mg/dl, dan trigliserida turun 106 angka dari 195 mg/dl.

Bawang putih memiliki zat antipenggumpal darah, sehingga ia berkhasiat antikolesterol, kata dr Danny Kasim, ahli nutrisi di Jakarta. Hal itu sejalan dengan penelitian Dr Yongxiang Zhang dari University of Tokyo, Jepang. Hasil penelitiannya, bawang putih membantu menurunkan kadar kolesterol karena memiliki ajoene, zat antikolesterol untuk mencegah penggumpalan darah.

Dr Yu-Yan Yeh, ahli nutrisi Penn State University , Kalifornia menyebutkan tiga grup sulfur pada senyawa bawang putih menghambat 40 -60%produksi kolesterol hati tikus yaitu S-allyl cysteine, S-ethyl-cysteine dan S-propyl cysteine . Penelitian itu dilanjutkan Yeh pada manusia. Hasilnya, 34 pasien hiperkolesterol menunjukkan penurunan 7%kolesterol darah dan 12%LDL setelah mengkonsumsi kapsul berbahan bawang putih selama 5 bulan.
Banyak khasiat

Bawang putih efektif sembuhkan darah tinggi, kata dr Setiawan Dalimartha, dokter sekaligus herbalis di Jakarta. Konsumsi 2 siung bawang putih dipotong halus setiap pagi dan sore selama 2 minggu dapat menurunkan tekanan darah tinggi menjadi normal. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya itu, manfaat diperoleh lantaran kandungan asam amino alisin. Alisin bersifat antioksidan penyerap lemak.

Selain penyakit kolesterol tinggi dan hipertensi, peneliti pada University of Texas dan Anderson Cancer Center , Houston, Amerika Serikat mengungkap bahwa kandungan S-allyl cysteine dan diallyl sulfi de dapat menurunkan kerusakan usus dan menghambat pembentukan tumor usus. S-allyl cysteine dan dialyl sulfi de menghambat 36%kerusakan usus. Diallyl sulfi de diklaim sebagai salah satu penghadang tumor terbaik.

Mereka juga mengungkap bawang putih merangsang poliferasi limfosit yang meningkatkan 25%sel darah putih penanggung jawab sistem kekebalan. Menurut dr Denny Kasim manfaat bawang putih optimal jika konsumsinya ditunjang dengan menghindari beberapa faktor pemicu lain. Konsumsi lemak, pedas, kuning telur, dan gula mesti dibatasi. Sedangkan sayuran dan buah segar diperbanyak. Tak ketinggalan istirahat cukup dan olahraga teratur agar terhindar dari berbagai penyakit. (Vina Fitriani).

Aduh, sang Perawan Beraroma Tengik

Saya baru beli VCO di agen, tapi kok tengik ya? Jika diminum, apakah membahayakan tubuh? ujar pembaca ketika menghubungi Trubus. Keraguan mengkonsumsi VCO (virgin coconut oil) alias minyak kelapa murni akibat kualitas rendah jamak terjadi. Itu akibat standar produksi minyak perawan amat rendah.

Tak hanya Trubus yang kerap menjadi tempat curahan hati konsumen. Para produsen pun kerap mendapat keluhan akibat mutu VCO rendah seperti dialami Rosjana, agen di Bekasi, Jawa Barat. Padahal, merek yang dijual oleh Santi berbeda dengan yang dikeluhkan pelanggan. Rasanya beda, tengik, dan terlalu kental, ujar perempuan 50 tahun itu. Jika sudah begitu, minyak perawan tak dapat diminum lagi.

Idealnya rasa minyak kelapa murni itu lembut dan memiliki aroma khas kelapa yang unik. Jika teroksidasi timbul bau dan rasa tengik. Pemicu ketengikan bisa berupa oksigen aktif, panas, logam, atau cahaya. Semua itu menyebabkan hidrogen terlepas dari ikatan dan terbentuklah radikal alkil, sejenis radikal bebas. Radikal itu berikatan dengan oksigen membetuk radikal peroksi yang nantinya melahirkan hidroperoksida setelah bereaksi dengan asam lemak tak jenuh yang terdapat di dalam minyak.
Berbagai penyakit

Laju oksidasi meningkat bila di dalam minyak terdapat banyak ikatan rangkap. Semakin banyak ikatan rangkap, semakin banyak pula kemungkinan hidroperoksida terbentuk. Hidroperoksida asam lemak yang terbentuk bersifat labil dan mudah pecah. Dekomposisi hidroperoksida lebih lanjut mengakibatkan putusnya gugus OOH dan rantai C-C. Akibatnya dihasilkan senyawa lain dari degradasi itu seperti senyawa hidrokarbon, aldehid, dan keton. Timbulnya senyawa itu yang menyebabkan perubahan warna, rasa, dan aroma minyak, bahkan perubahan struktur kimia.

Oksidasi lipid menurunkan jumlah lipid yang dapat dicerna dan tersedia sebagai sumber energi di dalam tubuh. Selain itu oksidasi lipid juga menghasilkan senyawa radikal. Senyawa radikal yang terserap ke dalam tubuh memicu terbentuknya radikal bebas. Ia menpengaruhi proses penuaan, terjadinya arteriosklerosis, dan penyakit jantung koroner.

Tekstur suatu produk, rasa, bau, aroma, dan kualitas nutrisi juga berubah akibat oksidasi lemak. Sebagian atau seluruh vitamin dan nutrisi lain rusak akibat oksidasi lemak. Asam laurat rusak jika ikatan rantainya teroksidasi. Ujungnya, khasiatnya pun berkurang. Yang bermanfaat adalah struktur rantai sedang. Jadi, kalau akibat oksidasi yang berlanjut struktur berubah, ya berkurang manfaatnya. Atau malah tidak bermanfaat sama sekali, ujar Nelis Imanningsih Karyadi, MSc, peneliti di Puslitbang Gizi dan Makanan.

Minyak tengik menimbulkan sensasi tidak nyaman di lidah, rasa gatal mungkin juga timbul di tenggorokan. Menurut Prof dr Waluyo Soerjodibroto, Msc PhD SpG (K) ahli gizi Universitas Indonesia, makanan tengik berefek kumulatif. Artinya, dalam jangka panjang radikal bebas memicu penyakit, seperti kanker. Efeknya mungkin baru akan terlihat 10-15 tahun mendatang, kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Tiga ketengikan

Bau yang timbul pada ketengikan VCO tergantung dari asam lemak yang dibebaskan selama proses kerusakan VCO berlangsung. Asam lemak bebas terdapat dalam minyak atau lemak sejak bahan itu mulai dipanen dan jumlahnya terus bertambah selama proses pengolahan dan penyimpanan.

Menurut Andi Nur Alam Syah STP, MT, peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, terdapat 3 tipe ketengikan: oksidatif, hidrolisis, dan enzimatis. Ketengikan oksidatif terjadi jika sejumlah oksigen berhubungan dengan minyak. Molekul oksigen terikat pada ikatan ganda dari asam-asam lemak tidak jenuh. Ikatan ganda asam lemak tidak jenuh mengalami proses oksidasi akan dipecah membentuk asam lemak rantai pendek, aldehida, dan keton.

Dari kerusakan minyak atau lemak terbentuk campuran aldehid, keton, dan asam lemak bebas dengan berat molekul rendah. Campuran ini menyebabkan timbulnya bau tengik dan rasa getir yang tidak dikehendaki pada minyak. Semakin tinggi kandungan asam lemak tidak jenuh dan jumlah ikatan ganda, ketengikan makin cepat terjadi.

Ada pula ketengikan hidrolisis yang disebabkan oleh air dalam minyak maupun udara bebas. Dengan adanya air, lemak dapat terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Reaksi itu dipercepat oleh basa, asam, dan enzim-enzim. Proses hidrolisis mudah terjadi pada minyak yang berasal dari bahan dengan kadar air tinggi. Oleh karena itu makin rendah kadar air, makin baik kualitas VCO.
Olah

Bau tengik VCO dapat terjadi karena kerusakan minyak saat pengolahan dan penyimpanan. Banyak produk VCO asal jadi yang tak menghiraukan higienitas. Peralatan tidak steril berpotensi kontaminasi mikroorganisme menghasilkan aroma VCO asam, tidak beraroma harum kelapa.

Untuk mendapatkan minyak murni dari santan, metode yang digunakan antara lain pancingan, pemanasan, fermentasi bakteri, atau fermentasi enzim. Proses itu dapat berlangsung hingga 8-12 jam. Makin lama dan panjang proses, serta makin banyak tenaga yang ikut campur, kemungkinan bakteri masuk makin besar.

Dengan teknik tradisional, fermentasi menjadi tak terkendali. Hingga saat ini belum ada riset yang membandingkan mutu VCO yang dihasilkan dari berbagai proses produksi. Namun, menurut dr Zaenal Gani, produsen di Malang, Jawa Timur, sentrifugal salah satu teknik teraman untuk memperoleh VCO berkualitas tinggi. Sebab, teknik yang disarankan oleh FAO itu mencegah fermentasi pemicu tengik. Dengan sentrifugal campur tangan manusia dalam proses VCO amat rendah.

Serangkaian proses dilakukan dengan wadah steril terlindung dari kontaminasi mikroorganisme. Kelapa parut dan air dimasukkan dalam wadah tertutup sebelum masuk ke mesin pemeras. Santan yang dihasilkan didinginkan pada frezer khusus cepat beku agar pemisahan air dan endapan kelapa parut lebih cepat. Dalam waktu 30 menit, krim kaya minyak terlihat di bagian atas. Air yang telah terpisah dari ampas diputar dengan kecepatan 900 rpm (round per minute) pada mesin sentrifugal. Tiga lapisan terpisah satu sama lain terbentuk dari proses itu; blondo, air, dan minyak. Tahap akhir, penyaringan menggunakan kain saring berukuran 1 mikron untuk menjaring partikel kecil yang dapat menjadi endapan.

VCO mengandung asam laurat dan miristat yang tergolong dalam saturated fatty acid atau asam lemak jenuh. Asam lemak jenuh tidak mengandung ikatan rangkap yang sangat labil terhadap proses oksidasi. Oleh karena itu VCO relatif lebih tahan terhadap proses oksidasi dibandingkan dengan minyak lain yang memiliki ikatan rangkap baik tunggal maupun ganda. Namun, bila VCO disimpan dalam jangka waktu yang lama dalam keadaan kontak dengan faktor inisiator (panas, oksigen, cahaya, logam) oksidasi masih dapat terjadi. Ketengikan, perubahan rasa dan aroma juga akan terjadi. Walau VCO relatif lebih tahan terhadap oksidasi, pengemasan dan penyimpanan yang baik tetap dibutuhkan. Tujuannya agar mutu sang perawan terus terjaga. (Kiki Rizkika)